Karteker Pelatih Bilang PSIR Setengah Hati, Asisten Membantah

Selasa, 26 Mei 2015 | 18:17 WIB
Karteker Pelatih PSIR Rembang Masrukin di Stadion Mandala Krida, Sleman, Yogyakarta. (Foto: sorotjogja.com)

Karteker Pelatih PSIR Rembang Masrukin di Stadion Mandala Krida, Sleman, Yogyakarta. (Foto: sorotjogja.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Karteker Pelatih PSIR Masrukin menyebut anak asuhnya setengah hati dalam mengarungi Turnamen Piala Bergilir Polda Jawa Tengah yang mulai diputar Rabu (27/5/2015) ini.

Hal itu karena gaji pemain tidak kunjung dibayar alias baru diberikan setelah turnamen. Masrukin yang dihubungi mataairradio pada Selasa (26/5/2015) pagi bahkan mengaku sempat mengajukan mundur dari kursi karteker pelatih.

“Namun masih diganduli oleh manajemen, sehingga terpaksa menahannya,” katanya kepada mataairradio.

Dia menilai, PSIR kini tidak begitu kondusif, sejak gaji pemain berlarut. Dia sendiri tetap akan berusaha fokus menangani tim, sembari beradaptasi dengan kondisi psikis pemain yang disebutnya terganggu.

“Secara fisik, pemain ada di lapangan, tetapi tidak sepenuh jiwa,” tandasnya.

Karteker pelatih asal Dusun Tempel Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber ini menambahkan, timnya mungkin hanya akan tampil seadanya. Sejauh ini, dia tidak memberikan program latihan khusus kepada pemain.

“Latihan dilakukan hanya dalam skala ringan,” katanya.

Dia juga menyebut tidak ada pengendalian atau kontrol terhadap mental pemain. Menurutnya, bisa dibilang, para pemain mengikuti turnamen tanpa target yang berarti.

“Semua saya kembalikan kepada anak-anak,” tegasnya.

Tetapi dia berjanji untuk berbicara kepada pemain. Paling tidak mereka bisa tetap tampil profesional, karena bermain di hadapan masyarakat Rembang.

Ia pun akan berusaha memberikan motivasi kepada pemain menjelang laga melawan PSIS Semarang, Rabu (27/5/2015) ini.

Sementara itu, Asisten Pelatih PSIR Rudi Sukma membantah, para pemain Laskar Dampo Awang disebut setengah hati menjalani turnamen.

“Saya berani menjamin, tidak ada satu pun pemain yang setengah-setengah dalam bermain,” klaimnya.

Menurutnya pemain hanya butuh pendekatan dan suport, bukan malah ditekan. Kalau pun ada yang mengira bahkan bilang, pemain setengah hati dalam berlaga, dia menyebut orang yang bersangkutan tidak merasa dekat dengan penggawa tim.

“Apalagi soal gaji, hampir pasti dibayar setelah turnamen,” tegasnya.

Rudi menyebutkan, melawan PSIS, PSIR akan menurunkan Nanang Hermawan di posisi kiper, Rapii, Heru Wibowo, Eryanto, dan Didik Kurniawan di lini belakang, Yoni Ustaf, Kusen Riandi, Edi Santoso, dan Zaenal Arifin “Cheng” di lini tengah, serta Rudi Santoso dan Koko Hartanto di lini depan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan