Charis dan Siswanto Urung Lempar Kursi

Minggu, 14 Juli 2013 | 16:53 WIB
Chief Executive Officer (CEO) PT Rembang Sportindo Mandiri, Charis Kurniawan. (Foto:Tarom)

Chief Executive Officer (CEO) PT Rembang Sportindo Mandiri, Charis Kurniawan. (Foto:Tarom)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pengendali PT Rembang Sportindo Mandiri selaku pengelola PSIR Charis Kurniawan dan manajer tim Siswanto akhirnya urung melempar kursi jabatan mereka. Keduanya tetap berada dalam kepengelolaan Laskar Dampo Awang, setidaknya hingga musim ini berakhir.

Menurut informasi yang dihimpun pada Minggu (14/7) pagi, Charis urung mundur lantaran dewan komisaris tidak menyetujui pengunduran dirinya. Sementara sang manajer, Siswanto, bertahan karena perintah permufakatan pertemuan.

Dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Charis Kurniawan pun membeber bahwa dirinya tetap diminta mengelola PSIR melalui PT Rembang Sportindo Mandiri. Permintaan itu setelah dirinya dan jajaran manajemen melakukan audiensi dengan Bupati selaku penasehat PSIR, pada Jumat malam 12 Juli kemarin.

Charis juga mengungkapkan, pada pertemuan dengan Bupati itu, disepakati sejumlah hal untuk penyelamatan PSIR di putaran kedua, salah satunya adalah pengurangan lima pemain. Namun tentang siapa lima pemain itu masih dirumuskan.

Selain itu, manajemen harus menjamin bahwa PSIR finish di peringkat empat teratas klasemen akhir kompetisi Indonesian Premier League. Atas permintaan tersebut, kinerja manajer dan tim pelatih mendapat banyak catatan, bahkan peringatan keras.

Kekalahan telak di beberapa laga tandang seperti dicukur 7-1 oleh Persiba Bantul, digilas 5-1 oleh PSM Makasar, dan ditumbangkan 5-2 oleh Perseman Manokwari, menjadi bukti kinerja pelatih yang harus diperbaiki.

Meski demikian, menurut Charis, Haryanto dan kawan-kawan masih tetap dipertahankan sebagai arsitek PSIR hingga kompetisi musim ini rampung.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PSIR mengakhiri putaran pertama dengan bertengger di peringkat keenam klasemen Indonesian Premier League dengan nilai 26, hasil dari 15 kali main, delapan kali menang, dua kali seri, dan lima kali kalah.

Christian Lenglolo dan kawan-kawan mencatat defisit empat gol karena memasukkan sebanyak 26 kali, namun kebobolan 30 kali. Posisi pemuncak klasemen dihuni Semen Padang FC yang diikuti Perseman Manokwari, Persiba Bantul, Pro Duta FC Medan, dan Persebaya Surabaya. (Pujianto)




One comment
  1. fadilah

    Juli 14, 2013 at 8:37 pm

    senyumnya rasa koruptor muda rembang

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan