Atlet Panjat Tebing Kesulitan Tempat Latihan

Sabtu, 7 April 2012 | 11:54 WIB


KOTA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Rembang menyatakan atlet-atletnya mengalami kesulitan mendapatkan tempat latihan yang memadai, sehingga mengakibatkan cabang olahraga tersebut tidak berkembang.

Ketua FPTI Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, belum lama ini mengatakan, selama ini para atlet panjat tebing hanya latihan di dekat rumahnya, Desa Pamotan Kecamatan Pamotan.

“Para atlet meminjam sarana milik kelompok pecinta alam, dengan ketinggian hanya 8 meter. Itupun hasil dari dana patungan sesama pecinta olahraga panjat tebing,” tuturnya.

Padahal, lanjutnya, berdasarkan standar internasional, tinggi tebing seharusnya mencapai 22 meter. “Jika pun daerah belum mampu membuat tebing setinggi itu, kami berharap KONI bisa mengupayakan tebing dengan ketinggian mendekati standar tersebut,” kata dia.

Martopo juga mengatakan, sebelumnya, panjat tebing akan didirikan di kompleks objek wisata Dampo Awang Beach Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, dengan tujuan memudahkan promosi kepada masyarakat.

“Tetapi belakangan muncul wacana baru, akan dialihkan ke depan Stadion Krida Rembang. Bagi kami itu tak masalah, asalkan atlet mudah menyalurkan bakat,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris KONI Rembang, T Budiono mengaku pembangunan arena panjat tebing sudah sangat mendesak. Hanya, lanjut dia, diperkirakan perlu anggaran lebih dari Rp100 juta untuk membangunnya.

“Karena untuk membangun arena panjat tebing perlu anggaran yang cukup besar, kami akan membahasnya dulu bersama pengurus dan pimpinan.” kata dia.

Budiono pun menaruh harapan, jika misalnya sarana panjat tebing bisa segera terbangun, para atlet bisa segera bersiap untuk berlaga di Porprov Jateng 2013. Rembang, kata dia, pernah mencatatkan prestasi di ajang panjat tebing Porprov 2005 dengan menyabet medali emas.

“Namun, sejak itu prestasi panjat tebing berangsur turun. Semoga bisa segera bangkit pada Proprov 2013,” tandasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan