5 Hal Yang Ditakuti PNS di Pemerintahan Jokowi

Senin, 27 Oktober 2014 | 12:00 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto:merdeka.com)

Presiden Joko Widodo (Foto:merdeka.com)

 

mataairradio.com – Di era Presiden Jokowi ini para PNS mengalami penderitaan yang sangat parah. Salah satu penderitaannya adalah tidak adanya kenaikan gaji.

Hal ini dikarenakan besarnya anggaran belanja pegawai termasuk juga gaji para PNS , dianggap menjadi beban negara. Sedangkan kinerja para PNS tidak sesuai harapan masyarakat.

Nah, masalah inilah yang akan dibenahi oleh Presiden Jokowi untuk menghemat pengeluaran negara terhadap anggaran belanja para pegawai tersebut.

Sejumlah aturan baru pun akan Presiden Jokowi tetapkan, sehingga para PNS akan bersiap-siap gigit jari, seperti yang dilansir oleh Merdeka.com.

1. Tak ada kenaikan gaji
Tahun depan tidak akan adanya kenaikan gaji para PNS. Kenaikan gaji ini hanya berlaku untuk para PNS yang memiliki kinerja kerja yang bagus saja, jadi tidak seluruh pegawai gajinya akan dinaikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Eko Prasodjo.

2. Anggaran perjalanan dinas dipangkas
Salah satu cara untuk menghemat pengeluaran negara adalah meminimalisir anggaran untuk perjalanan dinas. Menurut Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Eko Prasodjo, banyak biaya yang dikeluarkan untuk anggaran birokrasi dan anggaran PNS yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Salah satu contoh yang sebenarnya tidak perlu dilakukan adalah banyaknya rapat dan pertemuan yang memerlukan biaya namun tidak bermanfaat untuk masyarakat.

3. Membebani negara bakal disuruh pensiun dini
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) bakal menangani apa saja yang membebani negara. Salah satunya adalah para PNS yang hanya menjadi beban negara tapi tidak memiliki manfaat apa pun untuk masyarakat. Sehingga, para PNS yang dianggap membebani negara akan disuruh pensiun dini.

4. Perampingan K/L, nasib PNS tak jelas
Di era kepemimpinann Presiden Jokowi ini para PNS akan mengalami nasib yang tidak jelas. Program perampingan Kementerian/Lembaga ini dianggap terlalu menghemat anggaran negara, sehingga dikhawatirkan nasib para Pegawai Negeri Sipil ini akan mengalami keburukan.

5. Masuk Sabtu -minggu
Jika selama ini para PNS bekerja hanya lima hari dalam seminggu, kali ini di Era Kepemimpinan Jokowi akan mengalami perubahan di mana para PNS akan disuruh bekerja tujuh hari dalam seminggu. Tapi, akan tetap ada libur dihari-hari tertentu saja.

Nah, itulah dia ke lima penderitaan PNS yang akan dialami selama Era Kepemimpinan Presiden Jokowi.

 

Sumber: merdeka.com
editor: Arif Bahtiar




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan