Miris Dengan Kodisi Covid-19 di Rembang, Orang ini Relakan Rumahnya untuk Tempat Isolasi

Kamis, 24 Desember 2020 | 20:19 WIB

Pihak Dinkes dan DPRD Rembang bersama pemilik bangunan Siswanto sedang mengecek lokasi bakal tempat untuk isolasi pasien Covid-19, Kamis (24/12/2020) siang, di Perumahan di Desa Tireman-Rembang. (Foro: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairadio.com – Seorang warga RT 03 RW 03 Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Siswanto merelakan bangunan rumah miliknya berupa tempat penyewaan indekos digunakan sebagai tempat untuk mengisolasi pasien Covid-19.

Dia mengaku prihatin dengan banyaknya pasien Covid-19 di Kabupaten Rembang yang belakangan ini kondisinya membeludak.

Lantaran hal tersebut, dirinya menyerahkan bangunan indekos miliknya yang berada di perumahan di Desa Tireman Kecamatan Rembang digunakan untuk tempat isolasi pasien yang terpapar virus corona.

“Sebenarnya sudah sejak awal saya ingin kos-kos ini biar dipakai untuk isolasi pasien Covid-19. Saya miris, saya merasakan sendiri bagaimana sulitnya. Anak saya yang kedua terpapar. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana masyarakat lainnya kalau kena,” terangnya.

Ia mengajak supaya semua kalangan masyarakat saling bahumembahu mengatasi pandemi Covid-19. Seperti yang sederhana saja misalnya mensuport tetangga yang terpapar Covid-19, bukan malah mengucilkannya.

“Terutama yang di desa-desa itu malah tetangga pada mengucilkan. Saya merasakan itu. Harus ada tempat (untuk isolasi pasien Covid-19) dan relawan-relawan yang peduli,” tuturnya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Muslihah menerangkan, pihaknya sudah mengecek lokasi bangunan yang bakal digunakan untuk isolasi pasien akibat terpapar virus corona.

Menurutnya, lokasi tersebut sesuai dengan standar untuk ruang isolasi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Ada sebanyak 19 ruang, namun yang layak digunakan hanya sembilan kamar.

“Saya berterimakasih sekali kepada Mas Sis, sudah menyediakan tempat. Nanti yang bergejala ringan bisa isolasi di sini. Intinya tidak ada syarat khusus, yang penting ada tempat tidurnya, ada yang mengawasi, dan memantau kesehatannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, nantinya tempat isolasi tersebut akan dijaga secara bergilir oleh tenaga kesehatan selama tiga sif, lengkap dengan peralatan medis, termasuk diantaranya alat pelindung diri (APD).

“Protokoler kesehatan juga akan ketat dijalankan di sana. Nakes memakai APD lengkap. Penyemprotan, tempat cuci tangan, hand sanitizer ada semua nanti di sana,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Rembang M. Bisri Cholil Laqouf (Gus Gipul) mengapresiasi atas kesediaan Siswanto menyediakan tempat untuk isolasi pasien Covid-19 di Kabupaten Rembang.

Dirinya mengaku, terus mendorong pemerintah supaya tetap gencar mengampanyekan kepada seluruh masyarakat untuk waspada penularan virus corona.

“Saya mengapresiasi Pak Sis yang sudah membantu pemerintah. Saya minta supaya Dinkes nanti melakukan singkronisasi untuk persiapan tempat isolasi di sini (rumah indekos milik Siswanto).

Kami secara kelembagaan, selama pandemi ini terus mendorong teman-teman untuk mensosialisasikan kepada warga sekitar, ke balai desa, dan ke tempat-tempat yang diangap berkerumun,” pungkasnya.

Pihak Dinkes serta DPRD Rembang, pada Kamis (24/12/2020) siang, sudah meninjau rumah indekos milik Siswanto, yang nantinya akan dipakai untuk tempat isolasi bagi pasien Covid-19 dengan gelaja ringan.

Lokasinya sesuai dengan standar, salah satunya karena jauh dari permukiman penduduk. Dijadwalkan pada Senin (28/12/2020) sudah bisa digunakan untuk mengisolasi pasien akibat terpapar virus corona.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan