Gamelan, Sekaten, dan Lumpia Dapat Pengakuan Dunia

Jumat, 24 Oktober 2014 | 20:38 WIB
Pengrawit memainkan bonang dalam sebuah pakeliran wayang di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Pengrawit memainkan bonang dalam sebuah pergelaran wayang di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 

mataairradio.com – Tiga kebudayaan Indonesia akan mendapat pengakuan dunia tahun 2014. Warisan budaya asli Indonesia yang mendapat pengakuan dunia yakni Gamelan, Sekaten dan Lumpia. Dengan pengakuan dunia internasional maka warisan budaya asli Indonesia tersebut tidak bisa diklaim oleh negara luar.

Sebelumnya, juga tiga warisan kebudayaan asli Indonesia yang telah lebih dulu mendapat pengakuan dunia yaitu batik, keris, dan wayang.

“Yang sudah dicatatkan sebagai warisan budaya dunia tahun lalu adalah batik, keris, dan wayang. Tahun ini kita mendapat pengakuan warisan budaya asli Indonesia lagi yakni gamelan, sekaten, dan lumpia. Sebenarnya ada satu lagi yakni sintren, tetapi untuk sintren masih dikaji ulang mudah-mudahan untuk 2015 kita bisa mengusulkan lebih banyak lagi,” ujar Kepala Seksi Nilai Budaya Bidang Nilai Budaya Seni dan Film Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Eny Haryanti saat ditemui Tribun Jateng, Rabu (22/10/2014).

Secara teknis, pengusulan itu melewati beberapa proses. Pertama dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terkait bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya di Yogyakarta (membawahi tiga kawasan di Jawa yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur).

Selanjutnya usulan dikaji ke Subdit Kekayaan Budaya Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian dilanjutkan ke UNESCO untuk mendapat pengakuan.

Eny berharap selain untuk melestarikan budaya, tembang dolanan juga akan diusulkan menjadi warisan budaya dunia non benda.

 

Sumber: Tribun Jateng
Editor: Arif Bahtiar




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan