40 Hari Wafat Istri Gus Mus, Keluarga Dedikasikan “Ibu Kekasih”

Monday, 8 August 2016 | 22:14 WIB
Suasana peringatan 40 hari wafat Nyai Hajah Siti Fatmah, istri KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Senin (8/8/2016) malam. Keluarga mendedikasikan buku "Ibu Kekasih" pada kesempatan tersebut. (Foto: Pujianto)

Suasana peringatan 40 hari wafat Nyai Hajah Siti Fatmah, istri KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Senin (8/8/2016) malam. Keluarga mendedikasikan buku “Ibu Kekasih” pada kesempatan tersebut. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Wafat istri KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Nyai Hajah Siti Fatmah pada 30 Juni 2016 lalu, mendapat simpati dan perhatian luas dari banyak pihak.

Tidak hanya famili, para tetangga, kawan dan kenalan, tetapi banyak tokoh yang juga meluangkan waktu guna menyampaikan pernyataan turut berduka cita dan doa tulus atas berpulangnya almarhumah.

Simpati dan belasungkawa serta doa itu disampaikan antara lain dengan mengirim karangan bunga, menulis SMS dan WA, menulis status pada dinding Facebook, dan tweet di Twitter.

Senin malam, 8 Agustus 2016, memperingati 40 hari wafatnya Nyai Siti Fatmah, keluarga mendedikasikan buku berjudul “Ibu Kekasih” kepada mereka tersebut dan membagikan lembar kertas berjilid itu kepada yang hadir.

Gus Mus pada takdimnya di buku tersebut menuliskan bahwa gagasan membuat buku kenangan tentang almarhumah itu tidak jelas benar dari mana munculnya.

“Yang jelas semua anak-mantu sepakat dan siap menulis. Hal berikutnya yang disepakati ialah mengajak cucu-cucu yang mau untuk juga menulis tentang Mbahyi mereka. Juga atas kesepakatan kami semua, buku ini diberi judul Ibu Kekasih,” tulisnya.

Menurutnya, perhatian dan simpati dari banyak pihak atas meninggalnya Nyai Hajah Siti Fatmah adalah sesuatu kebaikan yang sulit dilupakan, sehingga keluarga berdoa; semoga Tuhan membalas kebaikan tersebut.

Wahyu Salvana, menantu keempat pasangan Gus Mus dan almarhumah Nyai Siti Fatmah yang juga merupakan salah satu editor buku tersebut menyebutkan, “Ibu Kekasih” memiliki tebal 231 halaman, dengan desain sampul gagasan KH Ahmad Mustofa Bisri.

“Mengenai desain dan tata letak, menjadi bagian M Bisri Mustofa (putra bungsu Gus Mus, red.). Semoga buku ini bermanfaat bagi mereka yang membacanya,” ujarnya.

Wahyu menyatakan tidak tahu apakah buku tersebut akan diproduksi secara massif atau tidak, mengingat tingkat permintaan dari khalayak atas buku ini ramai berseliweran antara lain di media sosial.

“Saya tidak tahu. Itu wewenang Abah (Gus Mus, red.). Saya tahunya, malam ini, buku ini dibagikan bagi mereka yang hadir di peringatan 40 hari wafatnya Ibuk (Nyai Hajah Siti Fatmah, red.),” tutupnya.

Peringatan 40 hari wafat Nyai Hajah Siti Fatmah juga diisi dengan bacaan tahlil bersama yang dihadiri saudara, tetangga, warga, para santri, dan sejumlah tokoh. Tampak di antaranya KH Maimoen Zubair dan para pejabat daerah setempat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan