Taman Kartini Targetkan Kunjungan Sepuluh Ribu Pelancong

Thursday, 23 August 2012 | 00:35 WIB
Wahana “outbound for kids” di Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang masih akan menjadi pilihan sebagian pengunjung objek wisata itu selama tradisi Syawalan. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) Rembang menargetkan kunjungan 10.000 orang pelancong selama perhelatan tradisi Syawalan yang berlangsung mulai 19-27 Agustus 2012.

Kepala Pengelola objek wisata terbesar di Rembang itu, Murwadi, Kamis (23/8), mengatakan, untuk mewujudkan target tersebut, telah disiapkan sejumlah wahana baru dan panggung musik terbuka untuk pengunjung.

“Target itu realistis. Kami akan memenuhi angka kunjungan itu dengan membuka wahana lomban (berpesiar dengan perahu tradisional ke pulau-pulau kecil di kawasan Pantai Rembang, red.) dan wahana baru lainnya,” katanya.

Murwadi mengaku telah menyiapkan tambahan sebanyak 30 unit perahu wisata selama musim libur Lebaran 1433 H. “Untuk tambahan perahu wisata ini kami menggandeng para nelayan yang tinggal di kawasan objek wisata ini. Mereka biasanya ikut menyediakan perahunya untuk tradisi lomban,” ungkapnya

Tradisi lomban digelar dengan berperahu menuju pulau-pulau kecil di kawasan Pantai Rembang. Pulau Gede dan gugusan pulau karang di utara Rembang biasanya menjadi tujuan utama para pengunjung.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan petugas dari TNI AL dan Satpolair Polres Rembang untuk memeriksa kelayakan perahu nelayan.

“Selain kelengkapan administrasi, perahu nelayan juga harus lolos uji keamanan. Nelayan yang lolos pemeriksaan kemudian diminta menyediakan pelampung dan menghias kapal agar terlihat menarik,” jelasnya.

Ia menambahkan, tradisi lomban sangat bergantung pada cuaca di laut. “Sejauh ini cuaca cukup bersahabat. Namun jika nanti cuaca memburuk, tradisi lomban akan terpaksa kami hentikan demi keselamatan para pengunjung,” tandasnya. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan