Takbir Dibalut Thong-Thong Lek Bakal Mengumandang di Pandangan Wetan

Sabtu, 11 Agustus 2012 | 04:06 WIB
publikasi panitia for mataairradio.net

KRAGAN – Hari Raya Idul Fitri selalu disongsong dengan penuh sukacita oleh hampir setiap muslim di seluruh penjuru dunia. Sejumlah remaja yang tergabung dalam Remaja Masjid Al Wustho Pandangan (REMASTHO) pun bakal menyambut Lebaran 1433 Hijriah dengan penuh kemeriahan.

“Kami berniat menggelar festival takbir keliling dan thong-thong lek pada malam takbir nanti. Realisasi pelaksanaannya bergantung pada penentuan 1 Syawal versi Pemerintah,” terang ketua panitia acara itu, Sholahuddin Ghozali kepada mataairradio.net, Sabtu (11/8).

Ia menyebutkan, ada sepuluh kelompok peserta yang menyatakan siap berpartisipasi pada kegiatan yang sudah digelar untuk keempat kalinya itu.

Ghozali menjelaskan, dalam festival takbir keliling nanti, setiap kelompok wajib mengumandangkan takbir dengan berkeliling kampung dan kekompakan mereka akan dinilai oleh tim juri.

“Sementara untuk festival thong-thong lek akustik akan digelar di atas panggung sederhana dan penampilan mereka juga bakal diapresiasi oleh juri. Peserta festival thong-thong lek akustik ini pun wajib mengikuti takbir keliling,” jelasnya lagi.

Ketua Remastho, Agus Mursidi menambahkan, selain sebagai media syiar Islam, kegiatan tahunan yang paling dinanti itu pun digelar sebagai wujud kepedulian warga setempat terhadap kelangsungan musim tradisional, thong-thong lek.

“Juga sebagai wadah untuk merayakan Hari Kemenangan dengan kegiatan yang positif dan kreatif serta sebagai ajang untuk menggali bakat kawula muda dalam berkesenian,” imbuhnya.

Kepala Desa Pandangan Wetan, Eko Sugeng Waluyo mengaku apresiatif terhadap keguyuban warganya. “Untuk menyukses acara yang bakal digelar di eks Pasar Pandangan itu, kami siap berkoordinasi dengan pihak Polsek Kragan sebagai langkah pengamanan acara dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya. (Rif)

Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan