Sheila On 7 Akhirnya Rilis “Musim yang Baik”

Jumat, 12 Desember 2014 | 06:50 WIB

 

Band pop rock dari Yogyakarta, Sheila on 7 (SO7). (Foto:101jakfm.com)

Band pop rock dari Yogyakarta, Sheila on 7 (SO7). (Foto:101jakfm.com)

 

mataairradio.com – Band pop rock dari Yogyakarta, Sheila on 7 (SO7), yang kini terdiri Akhdiyat Duta Modjo atau Duta (vokal), Eross Candra (gitar), Adam Muhammad Subarkah (bas), dan Brian Kresno Putro (drum), akhirnya merilis album kedelapan mereka, Musim yang Baik, setelah ditunggu sejak 2012.

“Ini adalah karya yang sudah ditunggu-tunggu oleh para Sheila Gank (sebutan untuk para penggemar SO7) dan kami senang akhirnya bisa mewujudkannya,” kata Duta dalam jumpa per peluncuran album Musim yang Baik di Hard Rock Cafe Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014).

Duta mengatakan pula, sebenarnya demo album Musim yang Baik sudah selesai pada 2012. Namun, karena suatu hal, album iru baru bisa mereka rilis pada 2014, seperti dilansir dari laman entertainment.kompas.com.

“Kalau Sheila On 7 itu kebiasaan habis rilis album setahun kemudian mulai nyicil-nyicil (bikin lagu-lagu untuk album berikutnya), jadi tahun 2012 itu demonya sudah selesai, tapi album itu tidak bisa keluar atas kemauan kami sepihak,” terang Duta.

Padahal, lanjut Duta, produksi album tersebut berjalan cepat.

“Secara teknis, prosesnya lebih cepat, cuma workshop-nya memang lama. Kayak pas lagi latihan, itu (lagu) enaknya begini (diberi aransemen baru),” ujar Duta.

“Kalau proses di studio, day by day itu tiga hari. Sama mastering, ya tiga minggu. Cuma mastering itu enggak dipadetin, 2012 seminggu, 2013 seminggu, 2014 seminggu. Jadi, tetap tiga tahun,” lanjutnya lalu tertawa.

Album “Musim yang Baik”, yang mengedepankan “Lapang Dada” sebagai single pertama, berisi lagu-lagu dengan aneka tema.

“Temanya variatif, kami juga menyerap cerita-cerita anak muda, mereka yang bercerita tentang kisah cinta. Jadi, di album ini enggak hanya kisah cinta yang seumuran Sheila On Seven, tapi juga dari anak-anak SMA zaman sekarang. Itu masih relevan,” terang Duta lagi.

Secara keseluruhan, lagu-lagu dalam album tersebut mencerminkan perjalanan SO7 selama 18 tahun dalam industri musik.

“Setiap album mewakili fase tertentu dari Sheila On 7. Konsep 4-piece band ini memfokuskan pada vokal, gitar, bas dan drum, mengurangi overdub dan efek sound. Tantangannya, bagaimana kami lebih menghargai not lagu, sehingga hanya memasukkan sound yang memang diperlukan,” jelas Eross.

“Konsep ini membuat para penggemar kami bisa menikmati musik versi recording yang sama dengan versi live,” ujar Adam.

 

Sumber: entertainment.kompas.com
Editor: Arif Bahtiar

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan