Ratusan Santri Unjuk Kisah Heroik Insiden Hotel Yamato

Thursday, 17 August 2017 | 23:26 WIB

Ratusan santri menggelar peringatan 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melakukan aksi teatrikal insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Kamis (17/8/2017) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ratusan santri menggelar peringatan 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melakukan aksi teatrikal insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Kamis (17/8/2017) malam.

Peringatan berlangsung di halaman Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh, Rembang sekitar pukul 21.00 WIB. Aksi teatrikal menguak kisah seorang petani yang melihat bendera Belanda berkibar di atas bangunan Hotel Yamato.

Padahal, setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan, ada maklumat dari Presiden Soekarno untuk mengibarkan bendera merah putih di semua wilayah Indonesia. Maklumat memicu kemarahan bagi pihak Belanda.

Belanda hendak menegaskan bahwa Indonesia masih di bawah kendali mereka. Bendera Belanda pun dikibarkan di tiang utara, tingkat teratas Hotel Yamato. Petani yang melihat bendera Belanda itu lalu melapor kepada kiainya.

Sang kiai pun mengumpulkan para santri dan pemuda untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Mereka lantas mendatangi markas Belanda guna melakukan perundingan. Belanda menolak menurunkan bendera tersebut.

Tak mau kedaulatan Negara kembali koyak, salah seorang santri menerobos untuk memanjat Hotel Yamato. Dirobeknya warna biru pada bendera Belanda, sehingga yang berkibar tinggal merah putih. Belanda pun takluk.

“Kita merefleksi kembali; bagaimana sesungguhnya para pendahulu kita baik militer, sipil, orang tua, pemuda bersatu padu berjuang melawan penjajah guna keutuhan Negara Indonesia,” ucap Wahyu Salvana, warga pesantren.

Menurutnya, santri sebagai elemen bangsa ingin terus sadar dan menyadarkan, bahwa Indonesia adalah rumah dan tempat tinggal. Santri semestinya lebih aktif dan kreatif dalam mengisi kemerdekaan; warisan para pahlawan.

Sebelum aksi teatrikal, ratusan santri pada pesantren asuhan Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus, red.) melakukan pawai obor membentuk formasi 17 8 45 sekitar pukul 19.00 WIB dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pagi harinya, sekitar pukul 08.00, para santri pun menggelar upacara peringatan 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Begitu selesai upacara, para santri melakukan kirab sepanjang jalur keliling luar pesantren tersebut.

“Malam hari ini merupakan malam perdana kita ikut memeringati HUT ke-72 Kemerdekaan Indonesia setelah sebelumnya pagi tadi melaksanakan upacara bendera di halaman pesantren,” ujar Bisri Cholil Laquf, kepala madrasah pesantren.

Ia berharap, para santri mampu meneladani perjuangan para pahlawan dan kiai yang berjasa membangun negeri ini dengan mengisi hari-hari yang di masa mendatang, dengan kegiatan positif.

“Belajarlah yang tekun agar bangsa ini tetap rukun,” katanya saat memberangkatkan kirab obor yang mengarak foto mendiang Kiai Bisri Mustofa, pendiri Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh Rembang.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan