Pagoda Juara Festival Thong – Thong Lek

Kamis, 16 Agustus 2012 | 07:46 WIB
Aksi salah satu kelompok dalam Festival Thong – Thong Lek Rembang, 14-15 Agustus. (Foto: Tarom)

Rembang, mataairradio.net – Kelompok penggugah sahur asal Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Pagoda, tampil sebagai juara dalam Festival Thong-Thong Lek Kabupaten Rembang yang digelar 14-15 Agustus 2012.

Pada babak final yang digelar di halaman Stadion Krida Rembang, Rabu (15/8) malam, Tim Pagoda berhasil menampilkan performa terbaiknya dengan menyisihkan 5 finalis  lain. Sedangkan juara dua diraih Laskar Pugo asal Dukuh Mbagel, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang Kota dan Grup AYY asal Desa Waru Kecamatan Rembang Kota tampil sebagai juara tiga.

Ketua panitia, Karsono, mengatakan, dari hasil penilaian Dewan Juri, Pagoda berhasil mengumpulkan poin tertinggi. “Pagoda unggul dalam pengalaman sehingga tampil lebih tenang saat di atas panggung. Ini yang membuat Pagoda tampil lebih baik dibanding peserta lainnya,” katanya, Kamis (16/8).

Karsono yang juga menjabat Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang mengatakan, kesenian thong-thong lek merupakan tradisi turun temurun yang terjaga kelestariannya di Kabupaten Rembang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengangkat kesenian tradisional Rembang sehingga menjadi salah satu daya tarik sendiri bagi wisata Rembang. Festival tahunan ini selalu mendapat sambutan hangat dari semua warga. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya animo masyarakat di Kabupaten Rembang untuk turut serta menyaksikan pagelaran yang hanya di gelar pada setiap bulan Ramadhan tersebut,” pungkasnya.

Gelar juara yang diraih oleh Pagoda merupakan kali kedua bagi kelompok tersebut setelah tahun 2011 lalu juga berhasil menyabet juara yang sama.

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan