Museum Kartini Dikunjungi 5.500 Wisatawan, Target Terlampaui

Kamis, 6 September 2012 | 09:07 WIB
Museum Kartini Rembang. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Target pendapatan yang dibebankan Pemerintah Kabupaten Rembang atas pengelolaan Museum Kartini Rembang pada 2012, sudah terlampaui. Salah satu faktor pendukung pencapaian target itu antara lain revitalisasi museum itu yang tuntas pada akhir 2011.

“Sampai dengan akhir Agustus 2012, pendapatan daerah atas pengelolaan Museum Kartini sudah hampir mencapai Rp11juta. Padahal, target yang dibebankan pemkab setempat hanya Rp7,5juta,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang, Noor Effendi, Kamis (6/9).

Ia menandaskan, pencapaian itu memang banyak dipengaruhi oleh semakin lengkapnya koleksi museum tersebut. “Belakangan memang banyak yang berkunjung. Tidak hanya wisatawan domestik, tetapi beberapa wartawan mancanegara,” katanya.

Noor Effendi menyebutkan, tiket masuk yang dikenakan kepada para pelancong pun terbilang masih murah. “Tiket masuknya hanya Rp2.000 per orang. Sehingga jika dihitung dari total pendapatan yang saat ini terkumpul (Rp11juta, red.) saja, selama Januari-Agustus, Museum Kartini sudah dikunjungi sedikitnya 5.500 orang,” katanya.

Museum Kartini Rembang telah tuntas direvitalisasi tahap pertama pada akhir 2011 dengan anggaran dari APBN sebesar Rp4,8 miliar. Dengan revitalisasi itu, Museum Kartini kini dilengkapi dengan venubaru antara lain teater mini, ruang perenungan RA Kartini, dan 133 item koleksi. Sebelum direvitalisasi, hanya ada 98 koleksi di museum tersebut.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinbudparpora Kabupaten Rembang, Murni Noor Rif’ah menambahkan, semenjak dan sebelum direvitalisasi pihaknya mengklaim telah total mempromosikan Museum Kartini.

“Bahkan sudah dua tahun terakhir, kami telah mengemas ‘penjualan’ kunjungan ke Museum Kartini dengan kemasan ‘Paket Kartini’. Wisatawan yang meminati paket wisata itu bisa mengunjungi tiga objek wisata sekaligus; Taman Kartini, Museum Kartini, dan Makam Kartini,” katanya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan