Konser Gropyokan Korupsi di Yogyakarta, Akan Dimeriahkan Gigi, Superman is Dead

Sabtu, 6 Desember 2014 | 05:25 WIB

 

Poster konser bertajuk Gropyokan Korupsi yang hendak dihelat pada Selasa (9/12) mendatang, bertepatan dengan Hari Anti Korupsi yang diperingati secara internasional. (Foto:.facebook.com/arief.petakumpet)

Poster konser bertajuk Gropyokan Korupsi yang hendak dihelat pada Selasa (9/12) mendatang, bertepatan dengan Hari Anti Korupsi yang diperingati secara internasional. (Foto:.facebook.com/arief.petakumpet)

 

mataairradio.com – Makin merasa perlunya kesadaran dan introspeksi diri untuk mencegah tindakan korupsi di Tanah Air, sejumlah seniman asal Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian acara akbar bertajuk Gropyokan Korupsi yang hendak dihelat pada Selasa (9/12) mendatang, bertepatan dengan Hari Anti Korupsi yang diperingati secara internasional.

Dilansir dari rollingstone.co.id, sebagai acara puncak, sebuah konser musik yang setidaknya diharapkan mampu menjaring 10 ribu penonton akan digelar di Lapangan Kridosono, Yogyakarta dengan deretan bintang tamu ternama, mulai dari Gigi, Superman Is Dead, Shaggydog, Jogja Hip Hop Foundation, Navicula, dan Sangkakala.

“Bukan perkara siapa yang tampil, tapi yang penting kemudian adalah komitmen mereka yang tampil untuk menyuarakan pesan anti korupsi,” tukas Marzuki, alias Kill The DJ, tentang nama-nama besar di daftar penampil tersebut, dalam konferensi pers yang digelar di Kedai Kebun pada Jumat (5/12) tadi.

Diagendakan untuk dimulai pada pukul 18:30 WIB, konser Gropyokan Korupsi tak memungut biaya tiket. Sebagai gantinya, penyelenggara mengimbau dan mengajak seluruh penonton untuk datang mengenakan topeng tikus dengan desain bebas ataupun desain standar yang dapat diunduh di situs www.jujurbarengan.com.

Menurut rilis resmi yang diterima Rolling Stone, penggunaan topeng tikus dipandang sebagai simbol dari semboyan “Korupsi Adalah Kita” yang menjadi paradigma dalam kegiatan tersebut, dimana secara tidak sadar kebudayaan telah ikut membesarkan tingkat pertumbuhan korupsi di Indonesia.

Secara terbatas, penyelenggara juga menyediakan topeng-topeng tikus itu saat konser. Namun, penonton tetap dihimbau keras untuk berinisiatif membawa sendiri dari rumah, lantaran di akhir konser mereka akan diminta melepaskan topeng itu sebagai wujud simbolis kelahiran kembali manusia yang baru.

Selain aksi melepas topeng, penonton juga hendak diajak untuk mengunggah kicau dari akun twitter masing-masing dengan diantaranya tagar #Korupsiadalahkita atau #Gropyokankorupsi secara serentak pada puncak acara.

Tak hanya konser, Gropyokan Korupsi juga menghadirkan dua program penting lainnya, yakni pawai dan pembacaan proklamasi anti korupsi. Pawai dimulai pada pukul 3 sore dengan rute sejauh 1,6 kilometer di jalanan utama kota Yogyakarta (Wisma LPP – Jalan Solo – Jalan Sudirman – Jalan Suroto – Lapangan Kridosono) bersama arakan sebuah patung tikus raksasa.

Rangkaian pawai yang diikuti oleh beragam kalangan masyarakat itu akan diakhiri dengan penyerahan naskah proklamasi anti korupsi kepada pihak KPK, sebagai simbol warga telah menyerahkan wewenang dan kepercayaan untuk melibas korupsi kepada lembaga negara dengan segera dan seksama. Naskah proklamasi juga dicetak menjadi 10 ribu buah sticker untuk dibagikan pada penonton di puncak acara.

 

Sumber: rollingstone.co.id
Editor: Arif Bahtiar

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan