Cerita Rakyat Kuangsan Tembus Final Festival Pertunjukan

Wednesday, 7 June 2017 | 15:46 WIB

Cerita rakyat Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori saat diunjukkan di level provinsi melalui sebuah festival yang digagas Forum Komunikasi Media Tradisional atau FK Metra Jawa Tengah bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng. Cerita rakyat tersebut ditampilkan dalam bentuk pentas kesenian ketoprak humor dan digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, pada Selasa 16 Mei 2017. (Foto: mataairradio.com).

 

REMBANG, mataairradio.com – Cerita rakyat Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori berhasil menembus babak final Festival Pertunjukan Rakyat yang digagas oleh Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah.

Capaian ini setelah pementasan cerita rakyat melalui kesenian ketoprak humor tersebut, tampil terbaik pada babak penyisihan di Taman Budaya Kudus pada 16 Mei 2017 yang diikuti oleh sebanyak 11 kabupaten/kota di bagian timur Jawa Tengah, termasuk Kota Surakarta.

Cerita rakyat Desa Kuangsan itu mengisahkan seorang Roro Mendut, anak dari Lurah Kuangsan, yang lebih memilih Pronocitro ketimbang Wiraguna. Pronocitro bersifat jujur, sedangkan Wiraguna meski lebih kaya dan punya jabatan, namun memiliki suka bohong dan korupsi.

Ketua FK Metra Kabupaten Rembang Sigit Ariyanto menduga, penyampaian visi dan misi Jawa Tengah serta jargon “Jateng Gayeng Mboten Korupsi Mboten Ngapusi” yang membalut pementasan sebagai keunggulan pementas dari kabupaten ini, ketimbang dari daerah lain.

“Kami juga menciptakan jingle atau lagu mboten korupsi mboten ngapusi yang sekaligus kita suguhkan pada pementasan,” kata Sigit kepada awak media.

Pihaknya kini bersiap untuk melakoni babak final yang rencananya akan dihelat di Semarang pada bulan Agustus 2017, dengan mengoreksi penampilan sekaligus mematangkan mutu peran tiap pemain dari pementasan di Kudus.

Di final nanti, Rembang bersama Rembang, Grobogan, dan Sragen akan mewakili Zona Kudus, sedangkan dari Zona Purworejo meloloskan Karanganyar, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang, sedangkan Zona Brebes menempatkan Purbalingga, Pekalongan, dan Pemalang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang Andi Dimyato didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Nur Purnomo menyatakan salut dengan kinerja FK Metra mengingat kepengurusannya belum segenap satu bulan.

“Menghadapi final pada 20 Agustus 2017 atau bersamaan dengan Jateng Fair di Semarang, kami menyoroti mutu pengeras suara. Sebab pada saat seleksi di Kudus, perangkat audio tidak maksimal,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan