UMKM Lokal Bergairah Ikuti Rembang Expo 2012

Selasa, 22 Mei 2012 | 09:54 WIB


REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang mencatat gairah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk bisa tampil dalam Rembang Expo 2012 terbilang tinggi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang Muntoha, Selasa (22/5) menyebutkan, dari 20 gerai yang disediakan khusus untuk UMKM binaan lembaganya, sampai dengan Senin (21/5) telah ludes.

“Sementara gerai yang diperuntukkan untuk umum, kini hanya tersisa enam stan. Rembang Expo menjadi salah satu barometer untuk mengukur minat pelaku usaha di kabupaten ini,” terang Muntoha yang didampingi Kepala Bidang Perdagangan pada Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Sugiyanto.

Disebutkan, sejak pendaftaran dibuka, pelaku usaha langsung memburu stan yang disediakan. Penyelenggara hanya menyediakan sebanyak 210 unit stan.

“Sejak pendaftaran kami buka pada 14 Mei lalu, animonya sangat tinggi. Padahal batas akhir pendaftaran masih hingga 15 Juli mendatang,” kata dia.

Menurut Muntoha, melihat antusiasme pelaku usaha, pihaknya sempat berencana menambah jumlah gerai, namun karena areal parkir dan gedung Balai Kartini yang menjadi lokasi pameran sudah tidak muat, rencana itu pun diurungkan.

“Apalagi sebagian stan sudah meluber hingga areal parkir gedung Setda Rembang,” tegasnya.

Muntoha mengatakan, peserta expo tahun ini lebih bervariasi dibanding tahun sebelumnya. Selain produk kerajinan, pakaian, elektronik dan perumahan, expo tahun ini juga bakal diramaikan sejumlah diler kendaraan bermotor dan perbankan.

Ditambahkan, peserta dari luar Rembang pun sudah memastikan keikutsertaannya. “Sejumlah pelaku usaha dari Solo, Yogyakarta, Kudus, dan Pati sudah memesan stan di Rembang Expo yang akan digelar 30 Juni hingga 7 Juli 2012,” ujar dia.

Muntoha meyakini, tarif sewa yang cukup murah menjadi pertimbangan para pelaku usaha dalam berlomba menjadi yang pertama mendapatkan stan.

Disebutkan, pada tahun ini, peserta dikenai tarif sewa stan bervariasi antara Rp750.000 hingga Rp1.750.000. Padahal pihaknya sempat membatasi pendaftar untuk hanya menyewa maksimal tiga stan, agar calon peserta lainnya juga kebagian ‘space’ pameran.

“Ajang pameran menjadi tempat terbaik untuk mengenalkan produk para pelaku usaha baru. Sebab selain biaya terjangkau, pameran akan menyedot banyak pengunjung yang menjadi pasar potensial para pelaku usaha,” terang Muntoha. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan