Triwulan Pertama 2013, Janji Terakhir Penyelesaian Proyek PLTU Sluke

Kamis, 23 Agustus 2012 | 23:40 WIB
PLTU Sluke, Rembang. (Foto: panoramio.com)

SLUKE, mataairradio.net – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke yang berkapasitas 2×315 Megawatt memang sudah resmi beroperasi per Desember 2011. Namun penyelesaian proyek secara keseluruhan pembangkit yang memasok listrik untuk Jawa-Bali itu dijanjikan baru akan tuntas triwulan pertama 2013.

“Proyek fisik PLTU Sluke seperti pekerjaan konstruksi atap bangunan pembangkit hingga kini belum selesai. Pihak kontraktor yang awalnya siap menyelesaikan seluruh item pekerjaan pada 2011 molor hingga kini. Dan triwulan pertama 2013 itu adalah janji terakhir yang tidak boleh kembali molor,” ungkap Manajer Sektor PLTU Sluke, Slamet Riyanto kepada mataairradio.net, Jumat (24/8).

Menurut Slamet, molornya masa penyelesaian proyek di PLTU Sluke secara berlarut-larut disebabkan oleh performa kontraktor yang tak sesuai harapan pihaknya.

“Sudah tentu ada penalti kalau molor. Dan barangkali saat ini tingkat penalti yang dikenakan kepada kontraktor sudah maksimum. Sebab, penalti memang diberikan berjenjang sesuai tingkat molornya pekerjaan,” terangnya.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan pembangunan proyek PLTU 1 Jawa Tengah, Sluke, Rembang, dengan kapasitas 2×315 Megawatt, PT PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi, ditunjuk untuk melaksanakan supervisi selama periode konstruksi, sesuai surat penugasan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 00255/121/DIRKIT/2007.

Kontrak EPC PLTU 1 Jawa Tengah, Rembang ditandatangani pada 21 Maret 2007 oleh PT PLN (Persero) dan Konsorsium dari Malaysia, Zelan Holding (M) Sdn Bhd, Tronoh Consolidated Malaysia Berhad dan Perusahaan Lokal PT Priamanaya Djan International.

Proyek PLTU 1 Jawa Tengah, Rembang sesuai kontrak akan diselesaikan selama 33 bulan. ‘Commencement date’ telah ditetapkan tanggal 21 Maret 2007 dan proyek akan diselesaikan tanggal 21 Desember 2009.

Namun, hingga Maret 2011, baru satu unit saja yang mampu dioperasionalkan. Dan pada Desember 2011, satu unit lainnya menyusul (dioperasionalkan).

Kendati sampai Agustus 2012 proyek senilai lebih dari dua triliun rupiah dan USD308juta itu belum diserahterimakan, kata Slamet, PLTU Sluke telah mampu menghadirkan pendapatan bagi PT PLN sebesar Rp2triliun.

“Sebab, meski belum diserahterimakan, namun PLTU Sluke telah memasok listrik untuk Jawa-Bali. Total pendapatannya sudah mencapai Rp2triliun. Namun, pendapatan itu belum memenuhi investasi yang dikeluarkan PLN,” tandasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan