TPI Tasikagung 1 Dialihfungsi

Selasa, 9 Oktober 2012 | 08:30 WIB
Aktivitas lelang di TPI Tasikagung 1. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung 1 akan dialihfungsi menjadi sentra pengolahan ikan pindang dan pusat jajanan berbasis ikan.

Namun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, Suparman, Selasa (9/10), mengungkapkan, alih fungsi tersebut masih harus dibicarakan dahulu dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Bangunan TPI Tasikagung 1 itu milik Pemprov Jateng. Jadi rencana alih fungsi itu praktis harus kami bicarakan dahulu dengan pihak Pemprov,” terang Suparman.

Adapun tempat pelelangan ikan baru sebagai pengganti TPI Tasikagung 1, kata dia, akan dibangun di atas areal yang saat ini telah selesai direklamasi.

Pemerintah Kabupaten Rembang telah mereklamasi pantai di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung sejauh 600 meter dan lebar 60 meter.

Reklamasi tahap pertama itu dilakukan pada 2011 lalu. Saat itu, baik proyek reklamasi maupun ‘revetment’ menelan anggaran hingga Rp8,9 miliar, terdiri dari anggaran untuk reklamasi sebesar Rp4 miliar dan anggaran ‘revetment’ sebesar Rp4,9 miliar.

Proyek reklamasi dibiayai dengan dana alokasi khusus dari Pemerintah Pusat, sedangkan ‘revetment’ dibiayai dengan bantuan dari Pemprov Jateng.

Tahun ini, Dinlutkan Kabupaten Rembang mengusulkan tambahan reklamasi sepanjang 200 meter menjadi sepanjang 800 meter atau tambah 200 meter dengan lebar yang sama.

“Rencana kami, setelah alih fungsi TPI itu, usaha pemindangan milik warga yang ada di kawasan permukiman akan ditarik ke sentra baru itu agar tidak mengganggu sanitasi lingkungan,” tandasnya.

Adapun pada areal yang diusulkan direklamasi pada 2013, ungkap Suparman, akan dikembangkan untuk usaha dok kapal.

“Usaha itu cukup prospektif. Sebab, selama ini, banyak nelayan kita yang harus jauh-jauh hingga Pekalongan atau Batang untuk dok kapal,” pungkas dia. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan