Tanjung Bonang Berpotensi Pelabuhan Pengumpul Internasional

Sabtu, 4 Agustus 2012 | 07:55 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, di Rembang, Sabtu (4/8). (Foto: Pujianto)

REMBANG – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan Pelabuhan Tanjung Bonang di Sluke, Rembang berpotensi dikembangkan menjadi pelabuhan pengumpul (hub port) internasional seiring dengan semangat pemerintah mengembangkan pelabuhan-pelabuhan utama dan alternatif agar bisa memotong rantai logistik.

Namun, menurut Hatta Rajasa, yang ditemui di sela kunjungan kerjanya di Rembang, Sabtu (4/8), pertumbuhan pelabuhan tersebut perlu dilihat terlebih dahulu.

“Daya tumbuhnya seperti apa perlu kita lihat terlebih dulu. Targetnya kapan; itu nanti. Yang jelas, pelabuhan ini vital dan penting untuk menurunkan ongkos angkutan,” kata Hatta.

Apalagi, lanjutnya, semua pelabuhan utama di negeri ini mengalami penumpukan di persandaran sehingga mengakibatkan terjadinya biaya kelebihan waktu berlabuh (demurrage).

“Semua pelabuhan seperti Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, dan Dumai, memiliki persoalan. Karena itu, pemerintah akan mengembangkan pelabuhan-pelabuhan utama dan alternatif yang bisa memotong rantai logistik,” ujarnya.

Hatta berpendapat, apabila pelabuhan alternatif itu efektif, transportasi darat yang panjang itu akan bisa dipotong dengan transportasi laut.

“Saat ini pelabuhan di Rembang ini sudah diubah statusnya oleh Kementerian Perhubungan dari pelabuhan pengumpan menjadi pelabuhan pengumpul nasional. Tinggal perda (provinsi) tentang tata pelabuhan-nya saja perlu disesuaikan,” pungkasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan