Stok Berkurang, Harga Daging Sapi Menjulang

Senin, 25 Januari 2016 | 16:08 WIB
Pedagang daging sapi di Pasar Pamotan, Siti Sholikhah, mengaku tingkat pembelian sedang lesu, seiring mahalnya harga daging dalam sebulan terakhir. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Pedagang daging sapi di Pasar Pamotan, Siti Sholikhah, mengaku tingkat pembelian sedang lesu, seiring mahalnya harga daging dalam sebulan terakhir. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Harga daging sapi di pasar tradisional di Kabupaten Rembang menjulang atau membubung tinggi. Kenaikan harga daging sapi disebut karena jumlah pasokan yang terus menurun di pasaran.

Siti Solikhah, pedagang daging di Pasar Pamotan, Senin (25/1/2016) pagi menyebutkan, sejak sepekan lalu harga daging sapi naik menjadi Rp105 ribu dari sebelumnya Rp100 ribu per kilo.

“Kalau harga daging kualitas I, naik Rp5.000 per kilo. Sekarang Rp105 ribu per kilo,” ujarnya kepada reporter mataairradio.

Sementara harga daging kualitas II, naik dari Rp95 ribu menjadi Rp98 ribu per kilo. Menurutnya kenaikan harga daging sapi dipicu jagal yang kini tak banyak memotong, seiring kenaikan harga ternak sapi.

“Penyebabnya, mungkin ya karena harga sapi mahal itu. Saya saja, sekarang hanya mampu menjual 40 kilogram daging sapi, padahal biasanya 60 kilo per hari,” terangnya.

Harsini, pedagang daging sapi lainnya di Pasar Rembang menyebutkan, harga komoditas itu naik dari Rp95 ribu menjadi Rp100 ribu per kilo. Harga itu berlaku bagi pembeli biasa, sedangkan bagi kalangan pedagang, Rp98 ribu per kilo.

“Kenaikan harga daging sapi sudah satu bulan ini,” katanya.

Ia pun menduga, penyebab kenaikan harga daging sapi adalah harga ternak sapi yang melonjak. Para jagal kini mengurangi jumlah ternak sapi yang dipotong.

“Penyebabnya mungkin karena jagal nggak banyak motong. Pasokan daging di pasaran menjadi berkurang,” jelasnya.

Senada dengan pedagang di Pasar Pamotan, sejak harga daging sapi melonjak, tingkat penjualannya pun ajlok.

“Jika sebelumnya, daging dari seekor sapi bisa habis dijualnya dalam sehari, kini butuh waktu dua hari untuk ludes terjual,” katanya.

Sementara itu, kenaikan harga daging sapi dirasakan dampaknya bagi pedagang bakso. Irfan pedagang bakso di Pasar Lasem mengaku, kerepotan untuk menyikapi kenaikan harga daging.

“Sebab, jika harga bakso ikut dinaikkan seiring lonjakan harga daging, kami khawatir pelanggan protes,” ujarnya.

Yang terpaksa dilakukannya adalah mengurangi jumlah daging sapi pada porsi baksonya. Harga daging sapi di pasar setempat, naik dari Rp2.000 per kilo, menjadi Rp98 ribu.

Sebagaimana di Rembang dan Pamotan, pedagang di Pasar Lasem juga mengeluhkan lesunya pembelian daging sapi.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan