Selter Terbatas, 8 PKL Alun-alun Menolak Pindah

Senin, 26 Januari 2015 | 20:06 WIB
Lapak pedagang di sisi utara Alun-alun Rembang yang hendak ditertibkan namun gagal pada Senin (26/1/2015) malam. (Foto: Pujianto)

Lapak pedagang di sisi utara Alun-alun Rembang yang hendak ditertibkan namun gagal pada Senin (26/1/2015) malam. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Delapan orang pedagang kaki lima atau PKL yang berjualan di tepi utara Alun-alun Rembang menolak pindah ke selter Senin (26/1/2015) malam.

Mereka berdalih kapasitas selter yang tersedia sementara ini, tidak sebanding dengan jumlah PKL.

Jumlah pedagang kuliner di lingkungan alun-alun disebut mencapai 70 orang, sedangkan selter yang sudah terbangun hanya mampu menampung sekitar 26 pedagang.

Padahal, delapan orang pedagang yang menolak pindah itu, rata-rata sudah belasan tahun berjualan di sisi utara alun-alun.

Toni, pedagang wedang ronde dan bajigur yang berjualan di pojok utara alun-alun sebenarnya tidak berkeberatan pindah, asalkan selter untuk menampung PKL tersedia cukup sehingga tidak saling berebut.

“Saya akan lebih senang, jika untuk sementara ini, kami tetap diizinkan berjualan dengan tetap menjaga kebersihan. Malam jualan, pagi hari sudah bersih,” ungkapnya kepada mataairradio.

Antok, pedagang lainnya di bilangan sisi utara alun-alun pun menyatakan tidak sedang membangkang. Sebenarnya delapan pedagang yang berjualan di sisi utara ini, diminta pindah malam itu juga.

“Namun kami minta Satpol mau sedikit mengerti mengingat masakan sudah kadung matang dan dijajakan,” katanya.

Senada dengan Toni, Antok menyebut kapasitas selter tidak memadai untuk menampung seluruh PKL yang berjualan kuliner.

Dia pribadi mengakui telah mendapat tempat jualan baru di selter.

“Namun karena belum semua pedagang di sisi utara bisa pindah ke selter, saya memilih tidak bergeser sebagai bentuk solidaritas,” tandasnya

Dia berharap agar Pemerintah bijak menyikapi persoalan PKL alun-alun.

“Paling tidak, kami diberi kelonggaran untuk tetap berjualan, sembari menunggu selter baru yang sedianya dibangun oleh Pemkab tahun ini,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan mataairradio malam itu, selter di sisi timur, terutama di bilangan Jalan Gatot Subroto, tampak masih ada beberapa yang belum ditempati.

Namun, situasinya semrawut karena hampir seluruh jalanan dipenuhi oleh pedagang jasa mainan anak-anak.

Pedagang urung ditundung pindah itu. Menurut rencana, Selasa (27/1/2015) pagi, para pedagang yang belum mau pindah itu akan menghadap DPRD.

Mereka ingin agar dibantu jalan keluar terbaik, agar tetap bisa berjualan tanpa mengganggu ketertiban.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pemindahan hampir secara paksa pedagang malam itu, lantaran sisi utara alun-alun, hendak dijadikan area parkir bagi para pengunjung.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan