Sadana Janji Beli Semua Tembakau Petani

Jumat, 27 Juli 2012 | 09:07 WIB
Suasana pembelian perdana tembakau marem di gudang milik PT Sadana Arifnusa, Jumat (27/7). (Foto: Puji)

SULANG – PT Sadana Arifnusa selaku perusahaan yang bermitra dengan petani tembakau di Kabupaten Rembang berjanji akan membeli semua daun tembakau petani setempat asalkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

“Kami akan membeli semua tembakau petani, dari daun bawah sampai atas, asalkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Jadi petani mitra PT Sadana tidak perlu khawatir tembakaunya tak terbeli,” kata Area Product Manager PT Sadana Arifnusa Area Rembang, Suharto, Jumat (27/7).

Suharto yang ditemui di sela-sela kesibukan pembelian perdana tembakau marem di gudang PT Sadana Arifnusa, Desa Landoh, Kecamatan Sulang itu, menegaskan, tidak akan membeli tembakau yang tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan, apalagi (tembakau) yang bukan milik petani mitra.

“Tembakau yang dibeli dari petani mitra kita di Rembang adalah tembakau marem karena memang itu yang dimitrakan. Selain itu tidak (dibeli),” kata Suharto.

Ia berpendapat, petani memang tidak akan sulit menanam tembakau, namun mencari pasar yang cocok dan memuaskan tentu bukan perkara mudah.

Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz menambahkan, pihaknya akan senantiasa menjalin komunikasi dengan pihak PT Sadana Arifnusa agar tembakau milik petani mitra bisa terbeli seluruhnya.

“Namun sudah ditegaskan oleh PT Sadana bahwa asalkan tembakau itu sesuai dengan spesifikasi, tentu akan tembakau milik petani mitra akan dibeli,” kata dia.

Wabup pun mengakui, hambatan pada pengembangan tembakau di Rembang adalah soal kemandirian petani. “Petani masih kesulitan mencari pasar, sehingga bermitra adalah solusi terbaik untuk saat ini,” tandas Abdul Hafidz.

Dalam kesempatan itu, ia pun menegaskan belum menyiapkan rumusan strategi tertentu menyikapi ketentuan Pemerintah tentang pembatasan kuota maksimal lahan tembakau hingga hanya 26.000 hektare untuk Jawa Tengah.

“Kalau soal menyesuaikan atau tidak hektarannya, ya tentu akan menyesuaikan. Soal teknisnya seperti apa, kami belum bisa jelaskan,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan