Ribuan Ton Pupuk Kuota Rembang Direalokasi Ke Daerah Lain

Selasa, 25 September 2012 | 09:47 WIB
ilustrasi. (foto: antarafoto.com)

REMBANG, mataairradio.net – Ribuan ton pupuk bersubsidi jatah untuk para petani di Kabupaten Rembang direalokasi ke kabupaten lain menyusul tingkat penyerapan oleh petani setempat yang masih rendah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang Mulyono, Selasa (25/9) mengatakan, pengurangan kuota terbanyak ada pada pupuk jenis Zwavelzure Amoniak (ZA).

“Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 36 Tahun 2012 tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk 35 Kabupaten/Kota se-Jateng, di Rembang, pengurangan pupuk bersubsidi paling banyak adalah pada jenis ZA. Dari kuota sebanyak 7.839 ton, Pemprov merealokasi sebanyak 2.300 ton pupuk jenis itu ke daerah lain,” ungkapnya.

Mulyono menjelaskan, realokasi dilakukan karena tingkat penyerapan ZA di Rembang baru sekitar 44,61 persen. “Dari kuota yang ditetapkan Pemprov, hingga Agustus 2012, ZA baru terserap sebanyak 3.497 ton,” katanya.

Rendahnya penyerapan pupuk ZA antara lain karena intensitas hujan sepanjang tahun ini relatif sedikit. Akibat ketersediaan air yang terbatas, petani tebu tidak berani melakukan pemupukan menggunakan pupuk jenis ini.

Tak hanya Zwavelzure Amoniak (ZA). Pengurangan kuota pupuk bersubsidi jenis organik juga cukup tinggi mencapai 2.000 ton.

“Untuk organik, alokasi kuota sebanyak 8.264 ton, hingga awal Agustus kemarin baru terserap sebanyak 3.067 ton (37,11 persen). Ini karena sebagian besar petani memilih mengandalkan pembuatan pupuk organik (pupuk kandang) sendiri,” katanya.

Pengurangan pupuk jenis SP-36 lebih sedikit hanya 400 ton dari kuota awal sebanyak 5.334 ton. Pupuk jenis SP-36 baru diserap petani sebanyak 2.334 ton hingga awal Agustus lalu.

“Meski ada realokasi kuota pupuk jenis ZA, SP-36, dan organik, untuk pupuk jenis urea tidak terkena pengurangan. Sebab kebutuhan pupuk jenis ini akan melonjak pada persiapan musim tanam pertama mendatang,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini petani masih memiliki jatah urea sebanyak 11.719 ton. “Dari kuota awal sebanyak 23.044 ton, terserap sebanyak 11.325 ton,” bebernya.

Mulyono menambahkan, kendati ada realokasi pupuk bersubsidi, pengurangan kuota karena realokasi ini tidak akan berdampak pada pengusulan kuota pupuk tahun 2013. Sebab kebijakan realokasi hampir terjadi di sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan