Retribusi Pasar Tradisional Naik

Wednesday, 4 January 2012 | 10:20 WIB
KOTA – Pemerintah Kabupaten Rembang menaikkan besaran retribusi pasar di daerah itu pada 2012 menyusul target pendapatan sebesar Rp2 miliar yang dipatok pemkab setempat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang Waluyo di Rembang, Rabu mengatakan, kenaikan retribusi tersebut bervariasi tergantung kelas pasar.

Ia menyebutkan untuk pasar kelas pertama, seperti Pasar Kota Rembang dan Lasem, besaran retribusinya naik dari Rp150 menjadi Rp200 per meter, pasar kelas kedua seperti Pasar Gandrirejo, Jolotundo, dan Sulang, naik Rp25 dari Rp125 menjadi Rp150 per meter, dan pasar kelas ketiga seperti Pasar Pentungan, naik dari Rp100 menjadi Rp125 per meter.

“Besarnya kenaikan retribusi memang dihitung berdasarkan kelas pasar dan telah dituangkan dalam Perda Nomor 12, 13, dan 14 tentang Pengelolaan Pasar,” kata dia.

Menurut dia, kenaikan retribusi pasar tersebut telah disesuaikan dari peraturan daerah sebelumnya, Perda Nomor 2 Tahun 2005 dengan peraturan derah (perda) Nomor 12, 13, dan 14 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Pasar.

Ia juga mengatakan target pendapatan sebesar Rp2 miliar dari retribusi 12 pasar di daerah itu pada 2012 dipatok karena pada tahun lalu target sebesar itu tak tercapai.

“Pada 2011, kami juga ditarget menyetor pendapatan sebesar Rp2 miliar. Namun, karena musibah kebakaran di Pasar Pamotan dan Pasar Kota Rembang, target tersebut hanya tercapai Rp1,9 miliar,” kata dia.

Ia menyebutkan pascakebakaran di dua pasar tersebut, pemkab tidak memungut retribusi untuk sementara atas pedagang. “Bahkan, untuk pedagang korban kebakaran Pasar Kota Rembang, hingga saat ini belum dipungut retribusi,” kata dia.

Waluyo mengatakan kenaikan retribusi pasar tersebut akan diberlakukan setelah terbit peraturan bupati yang mengatur pengelolaannya. “Perbup sudah disusun, namun masih menunggu pengesahannya. Namun untuk sosialiasi terkait rencana kenaikan itu telah kami sampaikan kepada para pedagang melalui surat edaran belum lama ini dan tinggal menuggu pelaksanaanya,” kata dia.

Selama 2011, kata dia, pendapatan retribusi sebesar Rp1,9 miliar paling banyak disumbang dari Pasar Kota Rembang, disusul dari Pasar Lasem sebesar 21 persen, dan dari sepuluh pasar lainnya dengan kisaran kurang dari sepuluh persen.

Oleh karena itu, kata dia, peristiwa kebakaran Pasar Kota Rembang pada 7 September lalu, berpengaruh terhadap pencapaian target retribusi pasar selama 2011. (Winilogo)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan