Ratusan Ton Garam Petani Tak Terangkut

Sabtu, 17 November 2012 | 15:56 WIB

Petani Garam

Rembang – MataAirRadio.net Ratusan ton garam milik para petani di Rembang gagal terangkut ke gudang mereka, seiring kondisi jalan tambak yang lembek akibat guyuran hujan deras pada Kamis (15/11) kemarin.
Pantauan reporter MataAir Radio, Jumat (16/11) pagi, tumpukan garam hasil panenan petani itu masih teronggok di pojokan masing-masing tambak.

Seorang petani tambak di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Muslih (41) menyebutkan, hujan deras yang mengguyur pada Kamis (15/11) kemarin ditambah dengan guyuran gerimis dan hujan pada malam hari sebelumnya, memang telah membuat jalan tambak menjadi becek.
Ia mengaku akan menyikapinya dengan mengerahkan lebih banyak kuli angkut, agar tumpukan garam tidak habis digerus air hujan.

Dengarkan rekaman disini.

Suwarno, petani garam lainnya di Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menambahkan, saat ini gudang-gudang garam milik petani rata-rata sudah penuh.
Oleh karena itu, petani garam memilih menjual langsung hasil produksi tambaknya ke tengkulak, tidak mampir gudang dahulu seperti sebelumnya.

Soal harga garam, kata Suwarno, justru semakin hancur. Harga garam kualitas kedua di akhir masa produksi garam tahun ini tercatat hanya Rp260 per kilogram.
Sementara itu, dari pantauan reporter MataAir Radio, seiring mulai tingginya curah hujan dalam tiga hari terakhir, petani garam di Kabupaten Rembang sudah bersiap lempar handuk alias mengakhiri musim produksi garam tahun ini. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan