Produksi Tembakau Marem Ditarget Tembus 1500 Ton

Senin, 21 Mei 2012 | 09:13 WIB


REMBANG – Produksi pertanian tembakau Rembang alias tembakau marem yang dikembangkan oleh sekitar 1.000 petani di Kabupaten Rembang ditargetkan menembus 1.500 ton.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Yosophat Susilo Hadi, Senin (21/5) menjelaskan, target tersebut didasarkan pada tingkat produktivitas komoditas tersebut pada tahun lalu.

“Pada 2011, ketika tanaman tembakau hanya dikembangkan oleh sekitar 200 petani di 80 hektare lahan, produksi totalnya mencapai 120 ton dengan tingkat produksi rata-rata sebanyak 1,5 ton per hektare,” terang dia.

Dengan asumsi tingkat produksi rata-rata yang sama pada tahun lalu dan dengan luasan lahan pengembangan mencapai 1.000 hektare, maka produksi total tembakau marem pada musim panen nanti diharapkan bisa menembus 1.500 ton, katanya menyebutkan.

“Faktor penentu utama yang menentukan adalah kondisi cuaca. Jika (kondisi cuaca) normal sebagaimana tahun lalu, kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” tegasnya.

Tahun 2011 lalu, dengan produksi total panenan mencapai 120 ton, jumlah keseluruhan rupiah yang dikantongi oleh petani tembakau di Kabupaten Rembang mencapai Rp3 miliar.

Ketika itu, harga tembakau berkisar rata-rata Rp25.000 per kilogram. Namun harga tembakau bergantung pada kualitasnya.

Apalagi, lanjut dia, ancaman hama terhadap emas hijau petani Rembang ini terbilang minim di awal-awal pertumbuhan dan ketika masa persemaian kemarin.

“Saat masa persemaian kemarin, hama rayap dan cendawan yang sempat dikhawatirkan sebagian besar petani tembakau hampir sama sekali tak menyerang. Semoga di fase pertumbuhan ini, hama ulat dan klaper juga tidak banyak menyerang,” tandas dia.

Mengenai persediaan air untuk penunjang pertumbuhan tanaman tembakau, kata dia, sejauh pemantauannya ke sejumlah areal lahan petani, tak cukup mengkhawatirkan.

“Tanaman tembakau memang tidak butuh banyak air. Tapi memang harus ada persiapan untuk mengantisipasi jika kemarau berlangsung ekstrem. Meski demikian petani sudah melakukan sejumlah persiapan,” terangnya.

Persiapan itu, imbuh Susilo, berupa penyediaan kolam terpal di setiap areal dekat pertanian tembakau petani.

“Sebagian besar petani tembakau telah memiliki embung terpal seukuran 7×8 meter dengan kedalaman hingga satu setengah meter untuk mampu menampung air sedikitnya sebanyak 56 meter kubik,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan