Petani Tembakau Bakal Dibantu Embung Terpal

Wednesday, 22 February 2012 | 09:17 WIB


REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang akan membantu penyediaan embung terpal di areal lahan petani seiring rencana perluasan lahan tembakau hingga 1.000 hektare di daerah itu untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tersebut.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Yosophat Susilo Hadi, Rabu (22/2) mengatakan, rencana membuat embung terpal ini diambil karena lahan tembakau tidak terfokus di suatu daerah, namun cenderung tersebar di 14 kecamatan.

“Karena lokasi areal tanam saling berpencar, embung terpal dengan kapasitas terbatas ini bisa menjadi tampungan air untuk kebutuhan pengairan lahan tembakau” kata dia.

Ia mencontohkan, embung terpal seukuran 7×8 meter dengan kedalaman hingga satu setengah meter mampu menampung air sedikitnya sebanyak 56 meter kubik. “Untuk mengisi embung terpal, petani bisa saja mengandalkan pasokan air hujan, atau menyedot air dari embung pertanian yang lebih besar di sekitar desa,” kata dia.

Susilo juga mengatakan, pembuatan embung terpal ini akan dibiayai dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2012. Pemkab telah mengalokasikan sekitar Rp995 juta untuk budi daya tembakau dan dana sebesar itu dikelola Distanhut.

Berdasarkan pantauan, saat ini petani tembakau tengah mulai membuat bedengan untuk persemaian bibit. Lahan tembakau di Rembang musim tanam 2012 diperkirakan melonjak tajam hingga 1.000 hektare. Padahal tahun 2011 luasan areal tembakau hanya sekitar 80 hektare.

Peningkatan ini, menurut Susilo, dipicu oleh tingginya minat petani atas penghasilan yang bisa didapat dari komoditas tersebut. “Apalagi budidaya tembakau jenis marem di kabupaten itu dilakukan secara kemitraan dengan sebuah perusahaan rokok di Jawa Timur,” kata dia.

Berapa pun produksi daun tembakau yang dihasilkan petani, kata dia, dijamin terserap perusahaan. “Syaratnya hanya satu, daun tembakau harus sesuai mutu yang ditetapkan perusahaan. Tahun lalu Rembang mampu menghasilkan tembakau hingga 120 ton dengan uang yang masuk mencapai Rp3 miliar,” kata dia. (Puji)




One comment
  1. SINGOLANDOH

    March 13, 2012 at 2:21 pm

    Embungnya bisa juga untuk pelihara ikan lele boss…..tambahan penghasilan buat petani

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan