Petani Sewa Backhoe, 100 Hektare Tambak Kembali Produksi

Saturday, 22 August 2015 | 17:21 WIB
Petani menormalisasi muara saluran Kali Tambakomben, Jumat (14/8/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Petani menormalisasi muara saluran Kali Tambakomben, Jumat (14/8/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Puluhan petani dan buruh garap tambak garam di wilayah empat desa di Kecamatan Kaliori akhirnya berswadaya mengeruk pendangkalan di muara Kali Tambakomben dengan menyewa alat berat jenis backhoe. Hingga Sabtu (22/8/2015) ini, backhoe sudah tiga hari beroperasi.

Sebelumnya, mereka menormalisasi pendangkalan yang terjadi di muara kali itu, dengan mencangkuli tumpukan pasir bercampur lumpur, memakai alat tradisional. Menurut Nawawi, koordinator para petani tambak garam di daerah itu, backhoe yang dipakai ini milik Dinas Kelautan, tetapi disewa khusus.

“Kami hanya diminta menanggung biaya untuk dua operator, kira-kira Rp250 ribu, kemudian solarnya sekitar 100 liter per hari,” katanya.

Dengan dinormalisasi menggunakan backhoe, para petani yakin, muara tidak akan kembali buntu dalam waktu cukup lama. Kira-kira bisa sampai kemarau berakhir. Tetapi, jika angin dan gelombang laut tinggi, perkiraan ini bisa meleset maju.

“Hanya saja, ini lebih mending daripada dinormalisasi pakai cangkul,” tandasnya.

Menurut Nawawi, normalisasi dengan alat berat, akan berlangsung selama kira-kira lima hari. Fokusnya hanya pada “mulut” muara, karena jika di saluran atas, dikhawatirkan backhoe terjerembab lumpur.

“Karena normalisasi sudah diambilalih alat berat, petani bisa mulai bersiap membuat garam,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pendangkalan parah di muara Kali Tambakomben mengakibatkan sekitar 100 hektare tambak garam di wilayah empat desa tidak bisa diproduksi.

“Empat desa itu adalah Banyudono, Purworejo, Bogoharjo, dan Karangsekar,” imbuh Nawawi.

Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang Nurida Andante Islami pernah mengatakan, normalisasi di muara Kali Tambakomben hanya mungkin dilakukan tahun depan.

“Tetapi, jika petani memaksa cepat, dinas bisa meminjami backhoe dengan bahan bakar dan operator yang ditanggung oleh mereka,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan