Petani Sesalkan Sadana Yang Ogah Beli Tembakau Kualitas Rendah

Sabtu, 11 Agustus 2012 | 15:38 WIB
Suasana penjualan tembakau Marem di gudang milik PT Sadana.

REMBANG – Beberapa petani tembakau di Kabupaten Rembang menyesalkan sikap PT Sadana Arifnusa selaku perusahaan mitra petani tembakau di Kabupaten Rembang yang belakangan enggan membeli tembakau petani yang dianggap memiliki kualitas rendah dengan dalih tidak standar dan tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu petani asal Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Jayin, Sabtu (11/8). Menurut pengakuannya, ia terpaksa membawa pulang kembali satu bal tembakau rajangan yang sudah diprosesnya lantaran pihak Sadana tak mau membeli dengan alasan kualitas yang di bawah standar.

“Kami tak bisa berbuat apa-apa ketika tembakau yang sudah dengan susah payah saya rajang tidak dibeli Sadana. Ini membuat kami rugi banyak karena biaya yang sudah kami keluarkan mulai saat pembedengan hingga proses perajangan sangat besar,” katanya.

Jayin menambahkan, menurut keterangan petugas dari PT sadana, tembakau yang dijualnya tidak sesuai standar dan spesifikasi yang sudah ditentukan perusahaan.

“Ini yang membuat saya stres. Saya hanya petani kecil yang tidak tahu kriteria yang dimaksud. jika dianggap di bawah standar, sebenarnya kami tak keberatan dibeli dengan harga berapapun sesuai grade yang mereka patok,” tambahnya.

Hal sama juga dikatakan salah seorang petani asal Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bulu, Rondi. Ia mengaku juga pernah mengalami nasib serupa saat satu bal tembakau rajangannya ditolak oleh PT Sadana dengan alasan kulaitas yang tidak sesuai standar.

“Saya pernah merasakan itu. Ini sangat menyulitkan petani,” terangnya.

Rondi berharap, PT Sadana Arifnusa selaku perusahaan yang bermitra dengan petani tembakau di Kabupaten Rembang mempunyai kebijakan tersendiri dengan tetap membeli tembakau petani yang dianggap memiliki kualitas dan spesifikasi kurang standar.

“Dengan demikian, maka petani tidak akan menderita kerugian yang banyak,” pungkasnya. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan