Petani Rembang Diingatkan Pakai Bibit Bersertifikat

Senin, 7 Desember 2015 | 17:30 WIB
Pj Bupati Rembang Suko Mardiono (kanan) saat tanam serempak padi di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, Senin (7/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Pj Bupati Rembang Suko Mardiono (kanan) saat tanam serempak padi di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, Senin (7/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Petani padi di Kabupaten Rembang diingatkan untuk memakai benih bersertifikat karena sudah terjamin mutu dan produktivitasnya.

Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Suryo Banindro seusai membuka acara tanam padi serempak di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, Senin (7/12/2015) pagi.

Menurutnya, stok benih di musim tanam ini cukup. Petani bisa menggunakan bibit padi dari Jawa Tengah atau Jawa Timur, tergantung kesenangan mereka, asalkan sama-sama benih unggul.

“Petani agar menganut teknik budidaya yang benar, sejak tanam sampai panen,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah juga menyebut Rembang sebagai daerah penyangga pangan di provinsi ini.

Ia berencana untuk menjadikan Rembang tidak hanya unggul di program padi, jagung, dan kedelai (Pajale), tetapi juga di program hortikultura.

“Pengembangan hortikultura akan dilakukan melalui pemanfaatan lahan yang menganggur,” terangnya.

Menurutnya, lahan ini bisa dimanfaatkan, salah satunya melalui penataan irigasi, sehingga air mengalir dari pangkal sampai ujung.

Penataan irigasi itu, menurutnya dilakukan dengan perbaikan saluran tersier. Sayangnya, Suryo tidak bisa menyebutkan berapa panjang saluran tersier di Rembang yang akan diperbaiki.

“Penataan irigasi diharapkan bisa menambah indeks pertanaman dari 1 menjadi 2 kali (dalam setahun),” tegasnya.

Mengenai ketersediaan pupuk bagi petani di Rembang, Dinas Pertanian Jawa Tengah memastikan, stoknya cukup. Tapi pihak dinas tidak menyebut angkanya.

“Jika pun kurang, bisa dilakukan relokasi. Misalnya jika di kabupaten lain berlebih, bisa direlokasi ke Rembang,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan