Petani Pilih Jual Hasil Panen Ke Tengkulak

Sabtu, 25 Februari 2012 | 08:20 WIB


REMBANG – Sejumlah petani di Kabupaten Rembang memilih menjual gabah hasil panennya ke tengkulak dibandingkan ke Perum Bulog lantaran mereka tidak mau ribet.

Seorang petani di Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori, Edi Sukoco, Sabtu (25/2) mengatakan, selain cenderung ribet jika berurusan dengan Bulog, petani juga enggan berlama-lama menyimpan gabah hasil panen, karena khawatir harga turun, apalagi saat ini mereka mengaku membutuhkan modal untuk musim tanam berikutnya.

Edi menyebutkan, harga gabah panen terakhir berkisar antara Rp3.000 per kilogram, sedangkan gabah kering giling berkisar Rp3.800 per kilogram hingga Rp4.000 per kilogram.

Harga ini, lanjut dia, masih rendah dari harga Bulog yang hanya sebesar Rp4.300 per kilogram untuk gabah kering giling dan Rp6.500 per kilogram untuk beras.

“Petani memilih langsung melepas gabah ke tengkulak berharap cepat medapat hasil,” kata dia.

Dani (47), petani Desa Grawan, Kecamatan Sumber menambahkan, pihaknya hanya sepekan menyimpan gabah hasil panen. Di lahan sawan yang dipanennya pekan lalu, dia mampu menghasilkan sedikitnya 1 ton gabah.

“Karena harga gabah masih terhitung bagus, gabah hasil panen kangsung dijual seluruhnya. Hasil panen musim tanam pertama biasanya memang langsung dijual karena sebagian digunakan untuk modal musim tanam kedua,” kata dia.

Petani terutama di wilayah barat Kabupaten Rembang kini tengah fokus memasuki musim tanam kedua. Mereka berpacu dengan waktu agar bisa langsung memasuki tanam kedua. Pasalnya sebagian besar mengandalkan pasokan dari air hujan.

Kepala Administrasi Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Muntoha meminta Bulog segera menyerap gabah petani setempat semaksimal mungkin, sebab petani biasanya lebih memilih menjual gabah ke tengkulak karena prosesnya lebih cepat dan tidak ribet.

“Karena Bulog sudah menentukan harga baru, kami berharap Bulog bisa memaksimalkan penyerapan beras lokal petani rembang untuk menambah stok di gudang. Terutama untuk mencukupi kebutuhan raskin warga miskin di Rembang,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan