Petani Nekat Mulai Tanam Padi Gogo Rancah

Kamis, 11 Oktober 2012 | 04:29 WIB
Seorang petani mengolah lahan pertaniannya seiring hujan yang mulai cukup sering turun belakangan ini. (Foto: Antara)

SUMBER, mataairradio.net – Sejumlah petani di Kecamatan Sumber dan Kaliori memilih nekat memulai musim tanam padi tahun ini dengan gogo rancah.

Seorang petani di Desa Grawan, Kecamatan Sumber, Watono, Kamis (11/10) mengatakan, pilihan memulai musim tanam padi tahun ini dengan gogo rancah lantaran ia yakin musim penghujan sudah datang.

“Melihat hujan yang sudah cenderung sering turun, kami yakin musim penghujan telah tiba. Karena itu, kami memilih memulai tanam dengan gogo rancah setelah mengolah lahan,” jelasnya kepada mataairradio.net.

Ia menjelaskan, tanam padi dengan gogo rancah bisa dilakukan petani yang memiliki tanah di dataran relatif rendah dan tanah jenis “gesik” atau tanah alfisols (bukan tanah kering, red.).

Petani lainnya di Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori, Nur Sahid menambahkan, lantaran hujan yang sudah relatif sering turun, beberapa petani di wilayahnya sudah ada yang menyemai benih.

“Kalau petani di wilayah kami, tidak ada yang memulai musim tanam dengan gogo rancah. Petani sudah ada yang menyemai benih padi memanfaatkan hujan yang sudah lumayan sering turun,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Mulyono menuturkan, saat ini bukan saat yang tepat untuk memulai musim tanam, meski hujan terbilang sudah cukup sering turun, setidaknya dalam sepekan terakhir.

Mulyono berpandangan, akan lebih baik apabila petani lebih mendahulukan pengolahan lahan secara optimal guna membasmi bibit-bibit gulma yang berpotensi muncul saat tanah diguyur hujan.

“Kami menyarankan kepada petani untuk mengolah tanah saja dahulu. Ini agar bibit-bibit rumput atau gulma dapat mati dan tanah menjadi tua sekaligus bertambah basa,” tandas Mulyono.

Apalagi, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan tahun ini baru akan berlangsung pada akhir November 2012. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan