Petani Garam Persiapkan Lahan Produksi Lebih Awal

Senin, 23 April 2012 | 09:06 WIB

KALIORI – Sejumlah petani garam di Kecamatan Kaliori mulai mempersiapkan lahan produksinya menyikapi mulai tidak turunnya hujan sebagai pertanda datangnya musim kemarau tahun ini. Seorang petani garam di Desa Dresiwetan, Warjiman (42), Senin (23/4) mengatakan, pihaknya mulai mempersiapkan meja garam di tambaknya sejak sepekan terakhir. Menurut petani yang berasal dari Batangan, Pati itu, jika cuaca panas seperti sekarang bertahan selama sepekan, maka dirinya akan mulai produksi pada pekan pertama Mei mendatang. “Sebab, untuk mulai memproduksi garam, meja garam harus benar-benar keras agar kristalisasi garam menjadi lebih cepat dan hasilnya optimal,” terangnya. Petani garam lainnya di Desa Purworejo, Sanyoto menambahkan, persiapan petani menyongsong produksi garam tahun ini terbilang lebih awal. Tahun lalu, petani garam baru mulai menyiapkan meja garam pada akhir Mei. “Pada 2011 lalu, petani baru mulai memproduksi garam pada awal Juni. Adapun persiapan atau pembuatan meja garam baru tuntas dikerjakan pada akhir Mei. Dengan demikian, persiapan lahan produksi garam pada tahun ini menjadi lebih awal,” katanya menjelaskan. Ia juga mengatakan, jika panas berlangsung stabil, maka meja garam akan cepat keras sehingga akan memicu hasil produksi garam yang optimal. Namun persiapan petani tersebut menuai sandungan. “Persiapan lahan yang kami lakukan terkendala proyek pelebaran jalan Pantura Kaliori menjadi 11 meter,” katanya. Menurut dia, proyek pelebaran jalan yang diawali dengan penggalian bahu jalan di sebelah utara dan berbatasan langsung dengan tambak membuat saluran tambak menyempit dan dangkal. “Akibatnya, air baku untuk membuat garam terancam tersendat,” katanya. Sandungan itu pun terancam berkepanjangan, sebab proyek pelebaran jalan yang dibiayai APBN 2012 senilai Rp24,7 miliar tersebut dijadwalkan baru akan selesai delapan bulan mendatang atau dikerjakan selama 240 hari. “Kami berharap pelaksana proyek memperhatikan kepentingan petani mengingat hasil garam merupakan sumber penghidupan kami,” tandasnya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan