Petani Garam Mulai Lagi Produksi Dari Nol

Sabtu, 16 Juni 2012 | 10:59 WIB


KALIORI – Para petani garam di Kecamatan Kaliori terpaksa memulai lagi produksi “emas putih”-nya dari nol lantaran guyuran hujan pada Minggu hingga Senin (10-11/6).

Kepala Desa Mojowarno, Sumardi, Sabtu (16/6), menyebutkan saat ini petani garam di daerahnya masih sibuk membersihkan permukaan tambak dari air hujan.

“Hujannya memang deras sehingga permukaan tambak dipenuhi air hujan. Tidak hanya harus memulai lagi produksi dari nol, puluhan ton garam hasil panen juga ‘hilang’ didera air hujan,” katanya.

Menurut dia, di daerahnya ada setidaknya 50 ton garam yang hilang akibat diguyur hujan. “Kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp19 juta. Sebab, saat ini harga garam kualitas kedua Rp380 per kilogram,” terangnya.

Sumardi menambahkan, hampir semua petani garam di daerahnya berharap harga komoditas itu pada musim ini bisa sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan tahun lalu.

“Tahun lalu, harga garam kualitas kedua ditetapkan Pemerintah Rp550 per kilogram, sedangkan kualitas satu Rp750 per kilogram. Tahun ini mestinya setidaknya sama dengan tahun lalu,” pintanya.

Untuk menyelamatkan harga garam, pihaknya mendesak Pemerintah segera membuat langkah nyata untuk membuat koperasi petani garam di sentra-sentra produksi.

“Ini agar harga garam tidak sampai anjlok. Jadi pola koperasi itu nanti seperti Bulog,” tandas Sumardi. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan