Perajin Genting dan Bata Minta Pemkab Serap Produk Lokal

Sabtu, 28 September 2013 | 14:36 WIB
Perajin genting.

Perajin genting.

BULU, MataAirRadio.net – Sejumlah perajin genting dan bata yang tergabung dalam Klaster Genting dan Bata Kabupaten Rembang berharap kepada Pemkab Rembang agar lebih mengutamakan penyerapan produk lokal.

Penyerapan genting dan bata produksi perajin lokal untuk proyek pemerintah kabupaten, dinilai belum optimal. Memang belakangan, sudah ada sedikit penyerapan untuk sejumlah proyek pembangunan perpustakaan SD, SMP, dan SMA.

Namun menurut Ketua Klaster Genting dan Bata Rembang Kin Abadi yang dihubungi Sabtu (28/9) pagi, tingkat penyerapan itu masih perlu ditambah. Mestinya, menurut perajin genting dan bata asal Desa Karangasem Kecamatan Bulu ini, pemkab tidak perlu mengambil produk dari luar daerah seperti Kudus dan Jepara. Apalagi dari sisi kualitas, tidak kalah kelas. Bahkan para perajin mengklaim lebih baik.

Kin Abadi juga mengatakan, dilihat dari sisi penjualan, para perajin genting terutama, merasakan banyak peningkatan. Bahkan dia sendiri mengaku mulai kewalahan melayani permintaan.

Namun dengan jumlah perajin genting dan bata hingga mencapai 500-an, kenaikan permintaan belum dirasakan secara merata. Pemilik UD Jaya Abadi ini menyebutkan, dirinya memproduksi sedikitnya 35.000 genting dalam sebulan.

Selama ini, permintaan datang dari pasar lokal dan luar kabupaten seperti Blora dan Pati. Mengenai harga genting, hampir semua perajin mengenakan harga yang relatif seragam.

Harga genting jenis kodokan untuk pasar lokal misalnya disepakati satu juta rupiah per seribu, jenis garuda satu seperempat juta rupiah per seribu, dan jenis mantili satu juta seratus ribu rupiah per seribu genting. Sedangkan untuk pasar luar daerah, harganya ditambah ongkos transportasi.

Kin Abadi menambahkan, penyeragaman harga genting dan bata dilakukan untuk menghindari persaingan secara tidak sehat di kalangan perajin. Menurutnya, penyeragaman harga ini penting untuk melindungi perajin kecil atau yang baru merintis usaha. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan