Penggunaan Pupuk Organik Gencar Dipopulerkan

Jumat, 10 Februari 2012 | 02:22 WIB


KOTA – Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang gencar memopulerkan penggunaan pupuk organik di kalangan petani di daerah itu menyusul kenaikan harga pupuk urea bersubsidi sejak awal Januari 2012.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Suratmin, Jumat (10/2) mengatakan agar petani bergairah menggunakan pupuk alami itu, pihaknya mendesak produsen membuat lahan percontohan di setiap wilayah kecamatan di kabupaten itu.

“Pengambilalihan distribusi pupuk urea dari PT Pusri ke PT Petrokimia Gresik diharapkan memberi dampak pada peningkatan penggunaan pupuk organik,” kata dia.

Suratmin menjelaskan, alasan pihaknya mendesak produsen pupuk urea bersubsidi membuat lahan percontohan dengan penggunaan pupuk organik, antara lain karena PT Petrokimia Gresik selama ini dikenal sebagai produsen pupuk organik oleh petani di Rembang.

“Perusahaan itu bahkan telah memiliki jaringan distributor pupuk organik di 14 kecamatan di Rembang,” kata dia.

Suratmin menambahkan, kenaikan harga pupuk urea dari Rp1.600/kg menjadi Rp1.800/kg perlu dijadikan momentum untuk kembali memopulerkan penggunaan pupuk organik, apalagi saat harga pupuk naik, petani gurem cenderung mengurangi dosis pupuk kimia.

“Untuk meyakinkan keampuhan pupuk organik kepada petani, kami telah meminta produsen membuat demplot (demonstration plot, red.) minimal seluas satu hektare di masing-masing kecamatan,” kata dia.

Sejauh ini Distanhut merekomendasikan pengurangan penggunaan pupuk urea hingga hanya menjadi Rp200-250 kilogram per hektare. “Pengurangan itu diimbangi penggunaan pupuk Phonska sebanyak 200 kilogram dan pupuk organik (petroganik) hingga 2 ton,” kata dia.

Sesuai Peraturan Gubernur Jateng Nomor 90 Tahun 2011 tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi, Kabupaten Rembang menerima jatah 8.264 ton pupuk organik dan 14.175 ton pupuk ponska pada 2012. Padahal, pada 2011 lalu, Rembang hanya dialokasi 3.765 ton pupuk organik, sedangkan pupuk ponska hanya dijatah 12.506 ton. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan