Pemodal China Jajaki Investasi di Rembang

Sabtu, 18 Februari 2012 | 09:36 WIB

REMBANG – Pemodal dari China dikabarkan melakukan penjajakan rencana investasi di sektor pertambangan di Kabupaten Rembang, meski PT Semen Gresik dan PT Semen Bosowa telah lebih dahulu mengincar potensi tambang semen di daerah itu.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rembang Agus Supriyanto, Kamis (16/2) mengatakan, perwakilan PT CONK asal China, baru-baru ini telah melakukan survei awal guna melihat potensi tambang yang ada di Kabupaten itu.

“Proses penjajakan ini masih dalam tahap awal, jadi belum ada kesimpulan apa pun,” kata dia.

Agus mengungkapkan, perwakilan perusahaan itu memang sempat melihat potensi bahan baku semen, seperti batu kapur di wilayah Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem dan Desa Tahunan, Kecamatan Sale.

“Mereka juga melihat langsung kandungan pasir kuarsa di Desa Mojosari, Kecamatan Sedan,” kata dia menambahkan.

Agus juga mengatakana, belakangan ini, pemodal dari dalam dan luar negeri mulai menjajaki berinvestasi di Kabupaten Rembang, apalagi potensi bahan tambang yang dimiliki kabupaten paling timur pantura Jateng ini cukup banyak.

“Rembang memiliki potensi tambang besar, didukung dengan infrastruktur Pelabuhan Umum Nasional di Sluke yang tengah dibangun. Perwakilan PT CONK juga kami ajak meninjau proyek PUN di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Sardiono

    Februari 18, 2012 at 9:46 am

    sebesar apapun potensi tambang itu tidak akan cukup untuk seorang yang serakah dan dzolim, tetapi akan cukup untuk seluruh makluh yang berserah diri pada Tuhannya… tapi untuk pak Agus Supriyanto kalo hanya 3 anak untuk CPNS 2009 yang lalu ya tinggal tunggu waktu eksekusinya aja semua ada perhitungannya di depan hukum dan kekuatan masyarakat.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan