Pemkab Minta Bulog Tak Impor Beras

Sabtu, 21 Januari 2012 | 12:40 WIB
KOTA – Pemerintah Kabupaten Rembang meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak lagi menggunakan beras impor dari Vietnam pada saat petani lokal sudah memasuki panen pada Februari 2012.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian pada Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Muntoha, Sabtu (21/1) mengatakan, mestinya Bulog konsisten pada keputusannya yang hanya akan menggunakan beras impor hingga Februari tahun ini.

“Saat ini, stok beras di Bulog setempat masih sekitar 2.000 ton dan masih akan ditambah agar bisa memenuhi kebutuhan alokasi raskin di kabupaten ini yang mencapai 5.278,05 ton per bulan,” kata dia.

Hanya, kata dia, petani lokal diperkirakan sudah memasuki panen pada akhir Januari atau awal Februari 2012 sehingga Bulog diharapkan bisa segera menyerapnya.

“Komitmen Bulog bahwa raskin untuk Februari masih akan menggunakan beras impor dari Vietnam. Namun setelah itu, Bulog kami minta agar segera menyerap gabah hasil panen petani,” kata dia.

Menurut dia, hasil panen petani setempat diprediksi cukup untuk memenuhi jatah raskin setelah penyaluran dengan beras impor dihentikan. “Hanya, kendalanya adalah belum turunnya keputusan tentang harga pembelian pemerintah ke petani sehingga Bulog tidak punya acuan pada harga berapa harus membeli gabah petani,” kata dia.

Pihaknya meminta petani bersabar menanti keputusan harga pembelian pemerintah atas gabah dan beras. “Semoga petani bisa bersabar untuk tidak terburu-buru menjual hasil panennya. Saya yakin petani sudah menghitung untung rugi apabila menjual gabah atau berasnya sebelum HPP turun,” kata dia.

Sejumlah petani di Kabupaten Rembang, utamanya di wilayah Kecamatan Sumber dan Kaliori terpantau tinggal menunggu buliran padinya menguning. Jika cuaca panas berlangsung stabil, diperkirakan akan panen pada akhir Januari atau Februari 2012.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Mulyono mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemetaan hasil ubinan tanaman padi di kabupaten itu.

“Setelah pemetaan ubinan selesai, akan diketahui berapa perkiraan produksi padi petani pada musim tanam pertama ini,” kata dia.

Apalagi, kata dia, banyak petani di wilayah timur Kabupaten Rembang yang saat ini baru memulai masa tanam padi. “Diperkirakan mereka baru akan memasuki panen pada tiga bulan mendatang,” kata dia. (puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan