Pembibitan Sukses, Luasan Pertanian Tembakau Kembali Bertambah

Senin, 11 Juni 2012 | 06:52 WIB


REMBANG – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang mencatat luasan pertanian tembakau di daerah itu pada 2012 kembali bertambah karena pembibitannya yang sukses.

Ketua APTI Rembang, Maryono, Senin (11/6) menyebutkan luasan lahan pertanian tembakau berdasarkan data pendaftaran petani pada awal tahun ini kepada pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat hanya mencapai 910 hektare.

Namun, lanjut dia, karena semua benih yang dibibitkan hampir semuanya berhasil, petani memilih menambah areal lahan agar semua bibit bisa dipindahkan dari bedengan untuk ditanam.

“Eman kalau dibiarkan sia-sia. Karena itu, petani memilih membuka lahan baru, entah dengan menyewa atau memanfaatkan lahannya yang masih tersisa,” kata Maryono.

Menurut catatan pihaknya, jumlah pertambahan luasan pertanian tembakau setelah masa pembibitan alias bedengan mencapai 600 hektare. “Luasan lahan pertanian tembakau di Kabupaten Rembang pada 2012 setelah pembibitan mencapai 1.500 hektare,” tandasnya.

Namun, imbuh dia, meski luasan lahan pertanian tembakau di Rembang bertambah, jumlah petani yang mengembangkannya cenderung tetap di angka 1.800 petani.

Ia juga mengatakan, kendati luasan lahan pertanian tembakau melesat dari daftar semula, hal itu diyakini tidak akan berpengaruh pada harga komoditas itu saat panen.

“Sebab, target pengembangan tembakau yang dicanangkan PT Sadana selaku mitra petani mencapai 5.000 hektare. Sementara ini masih jauh karena baru 1.500 hektare,” terangnya optimistis.

Hartiyo, seorang petani tembakau di Desa Sulang, Kecamatan Sulang menambahkan, langkahnya menambah luasan lahan pertanian tembakau memang semata karena pembibitan yang sukses.

“Awalnya saya mendaftar ke Dinas (Dintanhut) untuk mengembangkan tembakau pada satu hektare lahan. Namun, karena bibit yang ada di bedengan tumbuh dengan baik, hampir semuanya jadi, kini kami mengembangkan tembakau di lahan mencapai dua hektare,” ujar dia.

Penambahan luasan lahan pengembangan tembakau setelah pembibitan yang sukses, terang dia, dilakukan oleh banyak petani di daerahnya.

“Ada lebih dari sepuluh petani yang melakukan pengembangan serupa. Perbandingannya 1:2. Artinya kalau awalnya mendaftar setengah hektare, kini pengembangannya menjadi satu hektare,” terangnya. (Puji)




One comment
  1. Hata Ke

    Juni 18, 2012 at 12:57 pm

    Jangan bangga hati karena luasan bertambah pak…. lebih baik petani diarahkan menanam sesuai rencana semula tetapi tanaman bisa dikelola dengan baik…… ingat pak : Hasil kerja petani akan dinilai dari kualitas tembakau yang dihasikan bukan dari luasan pertanamannya

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan