Omzet Pedagang di Tempat Relokasi Pasar Lasem Anjlok

Jumat, 26 September 2014 | 15:30 WIB
Tampak pedagang pasar Lasem menggelar dagangannya di jalan. (Foto:Pujianto)

Pedagang pasar Lasem menggelar dagangannya di jalan. (Foto:Pujianto)

LASEM, MataAirRadio.net – Omzet pedagang di tempat relokasi Pasar Lasem disebut anjlok hingga sekitar 50 persen. Awalnya mereka berjualan di dalam pasar, namun kini direlokasi keluar atau di sisi timur karena sedang dilakukan penataan.

Ada sekitar 208 pedagang berbagai jenis komoditas yang direlokasi sejak 27 Agustus kemarin. Menurut rencana, relokasi para pedagang ini berlangsung hingga 10 Desember mendatang. Pasar Lasem direhabilitasi oleh Pemkab Rembang dengan dana alokasi khusus senilai Rp2,3 miliar.

Maskuri, salah satu pedagang asal Ngemplak Kecamatan Lasem mengungkapkan anjloknya omzet penjualan. Tidak banyak pembeli yang datang ke tempat relokasi untuk bertransaksi. Kondisi tempat relokasi yang sempit dan sibuk, menjadi salah satu penyebab. Baginya tak masalah, asal proyek cepat selesai.

Kepala Pasar Lasem Sutrisno membenarkan terjadi penurunan omzet pedagang di tempat relokasi sementara. Penurunan omzet ini telah diprediksi oleh pedagang sebelumnya, sehingga tak menimbulkan gejolak. Sejauh yang dia tahu, bagi pedagang yang terpenting pasar ditata.

Dia mengakui, semua pedagang menginginkan penataan pasar selesai tepat waktu, termasuk pihaknya. Penataan pasar dilakukan selama 105 hari dan sejak saat itu, para pedagang direlokasi. Mereka akan kembali menempati los dan kios semula, setelah penataan selesai nanti.

Soal pemungutan retribusi dari pedagang, Sutrisno menyebutkan ada sedikit pelonggaran. Omzet retribusi pun turun 20-30 persen biasanya. Menurutnya, penurunan itu diyakini tak berdampak pada target setoran dari seluruh pasar kepada pemerintah kabupaten.

Sementara itu, hingga Jumat (26/9) siang, penataan Pasar Lasem belum mencapai 50 persen. Namun dari pantauan pedagang pasar, penataan berlangsung relatif cepat. Mereka berharap tidak terjadi molor. Soal keamanan barang dagangan pedagang, mereka pun menyebut nyaris tidak ada kasus pencurian. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan