OJK Datang ke Rembang Resmikan Bank Tanpa Suku Bunga

Kamis, 9 Januari 2020 | 17:27 WIB

Ketua Dewan Komisioner OJK RI Wimboh Santoso, saat melihat pameran produk UMKM binaan BWM “Bangkit Nusantara” Rembang, di Halaman Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh-Rembang, Kamis (9/1/2020) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia meresmikan Bank tanpa suku bunga di Kabupaten Rembang, pada Kamis (9/1/2020) pagi, di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh-Rembang.

Bank tersebut adalah Bank Wakaf Mikro (BWM) “Bangkit Nusantara”. Perusahaan perbankan itu, hanya membuka jasa pinjam modal, tidak melayani simpanan uang atau menabung. Bahkan setiap nasabah yang meminjam uang tidak dibebani dengan suku bunga bank.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Wimboh Santoso mengatakan, dengan adanya bank wakaf mikro diharapkan, dapat membantu memberikan permodalan bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Selain memberikan bantuan modal, BWM juga akan memberi pembinaan terhadap setiap nasabahnya melalui forum silaturahmi yang diadakan setiap satu pekan sekali.

“Denag adanya WBM masyarakat bisa terfasilitasi soal pembiayaannya. BWM juga melakukan pembinaan kepada masyarakat yang jadi nasabah. Dibuat kelompok, per kelompok 20 orang,” terangnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh-Rembang Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengatakan, hadirnya Bank Wakaf Mikro patut disyukuri.

Ia menilai, trobosan itu dapat menghindarkan masyarakat dari rentenir. Pasalnya, selama ini kebanyakan masyarakat kalangan bawah lebih memilih pinjam uang kepada rentenir, dikarenakan prosesnya yang mudah dan tidak rumit.

“Masayarakat selama ini datangnya ke rentenir-rentenir, dalam mendapatkan keuangan (pinjaman uang, red.). Ini (Hadirnya BWM, red.) suatu trobosan yang patut disyukuri. Saya yakin dengan WBM masyarakat sudah tidak datang lagi ke rentenir,” kata Gus Mus seusai acara.

Prosedur untuk dapat melakukan pinjaman pada Bank Wakaf Mikro ini di antaranya membayar biaya administrasi sebesar 3% per tahun dan nasabah tidak perlu memberikan agunan atau jaminan.

Nasabah cukup hanya membawa KK atau KTP, serta mengikuti Pelatihan Wajib Kelompok (PWK) selama lima hari berturut-turut. Kelompok nasabah yang lulus PWK akan tergabung dalam satu Kelompok Usaha Masyarakat sekitar Pesantren Indonesia (KUMPI).

Pihak Otoritas Jasa Keuangan mencatat hingga akhir tahun 2019 telah berdiri sebanyak 56 Bank Wakaf Mikro di seluruh Indonesia dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 25.631 nasabah dan total pembiayaan Rp33,92 miliar atau naik 179,8%.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan