Ngemplang Retribusi, Dinas Ancam Sita Kunci

Sabtu, 23 Februari 2013 | 15:27 WIB
Setiap sore halaman Pusat Bordir Pandangan digunakan arena pertandingan sepak takrow.

Setiap sore hari halaman Pusat Bordir Pandangan digunakan arena pertandingan sepak takrow.

KRAGAN, MataAirRadio.net – Sepuluh kios di pertokoan pusat bordir Pandangan Kecamatan Kragan akhirnya terisi. Pihak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang mengancam akan langsung menyita kunci kios, apabila nantinya ada pedagang yang tak membayar retribusi.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Muntoha kepada reporter MataAir Radio, Jumat (22/2) pagi kemarin mengatakan, pihaknya sudah menentukan nama-nama pedagang melalui mekanisme pengundian.

Ia menyebutkan, pedagang yang menempati kios anyar tersebut kesemuanya merupakan warga Kecamatan Kragan masing-masing dari Desa Pandangan Wetan, Pandangan Kulon, dan Sumbergayam.

Muntoha juga menyebutkan, setiap pedagang di sepuluh kios hanya diwajibkan membayar retribusi Rp810.000 per tahun sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Rembang.

Sebelum diundi, peminat kios di pertokoan pusat bordir Pandangan cukup banyak. Ada 41 orang yang mendaftarkan diri menjadi pedagang di kios tersebut. Sempat terjadi kisruh sebelum pengundian, lantaran alokasi kios dikehendaki didominasi oleh warga Pandangan Wetan.

Muntoha menegaskan, tidak harus bordir yang dijual pedagang di sepuluh kios tersebut. Menurutnya, pedagang boleh berjualan apa saja di kios anyar tersebut, kecuali usaha kuliner.

Ia menyatakan, tidak ada batas waktu pemakaian oleh pedagang, selagi yang bersangkutan masih sanggup menggunakan sesuai ketentuan. Nama kawasan pertokoan juga tidak akan diubah atau masih tetap Pusat Bordir Pandangan.

Dengan terisinya 10 kios tersebut, kini pertokoan di Pusat Bordir Pandangan memiliki 15 kios, dengan rincian lima kios lama dan sudah ditempati, serta 10 kios baru saja dilakukan pengundian. Lima kios lama, saat ini ditempati oleh warga dari luar Desa Pandangan Wetan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan