Nelayan Nekat Tangkap Ikan Kembung

Kamis, 26 Januari 2012 | 00:21 WIB

KOTA – Sejumlah nelayan di Kabupaten Rembang nekat menangkap ikan kembung, meski ombak di Perairan Laut Jawa bagian timur masih berkisar tiga hingga empat meter, Kamis (26/1).

“Saat ini memang masa panen ikan kembung dan harganya juga relatif tinggi. Jika kami tidak memanfaatkannya, rasanya kok sayang,” kata seorang awak perahu cokrik, Wagiman di Kelurahan Pacar, Kecamatan Kota Rembang, Kamis (26/1).

Ia menyatakan sadar bahwa pilihannya berisiko tinggi, namun kenekatannya didorong oleh tidak bisa ditundanya sejumlah kebutuhan hidup.

“Kalau tidak melaut, bahasanya dapur tidak ngebul. Meski demikian, kami tidak asal nekat. Jika cuaca benar-benar buruk, kami tetap mengurungkan melaut,” kata dia yang mengaku sudah lebih dari lima kali gagal melaut akibat cuaca yang tiba-tiba memburuk beberapa saat sebelum turun ke laut selama musim baratan ini.

Sukadi, nelayan lainnya mengatakan, musim ikan kembung memang terjadi di musim baratan. “Hanya, ketika ombak terlalu besar, alat tangkap tidak bisa ditebar,” kata dia.

Satu perahu, kata dia, pada saat musim baratan bisa membawa pulang tangkapan ikan kembung hingga dua ton. “Namun, sepekan terakhir, hasil tangkapan ikan kembung nelayan rata-rata kurang dari lima kuintal,” kata dia.

Dari sisi penghasilan, menurut dia, satu orang awak perahu bisa menerima bagian penghasilan rata-rata Rp50.000 per hari. “Jika cuaca sedang sedikit teduh, penghasilan bahkan bisa mencapai Rp100.000. Penghasilan nelayan tergantung pada hasil tangkapan ikan,” kata dia.

Ia menambahkan, kebanyakan nelayan tidak menjual ikan kembung tangkapannya ke TPI. “Sebab, ada beberapa nelayan yang sudah terlanjur berutang perbekalan kepada salah seorang bakul sehingga mereka memilih menjual tangkapannya ke bakul tersebut,” kata dia.

Seorang pengepul ikan kembung di Kelurahan Pacar, Kliwon menyebutkan, harga ikan kembung di tingkat nelayan saat ini masih mencapai Rp5.000 per kilogram. “Dalam sehari, kami mampu mengepul sedikitnya 20 ton ikan kembung,” kata dia.

Ia menjelaskan, karena ukuran ikan kembung yang ditangkap nelayan selebar tiga jari, maka komoditas tersebut hanya dikirimkannya ke perusahaan ikan kering di Tuban, Jawa Timur.

“Ikan kembung dengan ukuran tiga jari kebanyakan diproses sebagai ikan kering. Kami biasanya mengirimnya ke Bulu, Tuban,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan