Musim Tebang, Harga Gula Malah Menggila

Senin, 18 Juni 2012 | 08:45 WIB

KOTA – Harga gula di Pasar Kota Rembang dalam sepekan terakhir ini menggila. Jika pada tiga pekan lalu harganya hanya Rp12.000 per kilogram, awal pekan ini harganya melambung menjadi Rp13.000.

Padahal, sekarang ini sebagian besar petani di Rembang dan sekitarnya sedang berlangsung musim tebang tebu. Lazimnya harga gula bakal turun di saat panen. Saat ini justru sebaliknya, membubung.

Seorang pedagang sembako di Pasar Kota Rembang, Abdul Fatah, khusus gula pasir stok di pasaran belakangan ini seperti semakin menipus. Namun, ia mengaku tak mengetahui apa pemicunya.

“Harga gula pasir naik seribu rupiah, dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per kilogram. Meski demikian, pembeli tidak protes kok,” kata dia, Senin (18/6).

Abdul mengatakan, pembeli menurut saja dengan harga yang ditetapkan penjual, karena sudah banyak yang tahu pemberitaan dari televisi. “Memang gula pasir dari pedagang besar, stoknya sekarang mulai menipis,” ujar dia.

Menurut Abdul Fatah, tidak semua komoditas sembako melonjak. Ada sebagian yang harganya stabil bahkan menurun, seperti bawang merah, minyak goreng, dan telur.

Sarini (46), seorang pembeli berharap dinas terkait bisa segera mengidentifikasi kondisi di lapangan, terutama mencari penyebab kenaikan harga dan ketersediaan pasokan.

“Mestinya dicari tahu, kenapa saat panen harganya kok masih saja tinggi bahkan naik terus. Apalagi sebentar lagi jelang Ramadan,” katanya.

Berdasarkan pantauan suararembang, permintaan konsumen meningkat, seiring “ruwahan” dan sebentar lagi menghadapi puasa.

“Orang di desa kami memiliki kebiasaan hajatan ‘ruwahan’ dan ‘mapak tanggal’ puasa sehingga banyak memasak yang menggunakan gula,” ujar Sarini yang berasal dari Desa Pragu Kecamatan Sulang itu. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan