Musim Tanam Kedua Maksimal Maret

Selasa, 14 Februari 2012 | 06:04 WIB


KOTA – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang mewanti-wanti petani di daerah itu agar memulai musim tanam kedua pada Februari atau paling tidak hingga pertengahan Maret 2012.

“Jika panen pertama telah usai dan benih telah siap ditanam, kami minta petani segera mengolah lahan dan memulai musim tanam kedua. Musim tanam kedua idealnya dilakukan dalam rentang Februari hingga pertengahan Maret 2012,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Suratmin, Selasa (14/2).

Ia mengemukakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, curah hujan masih berlangsung normal hingga Maret 2012 dengan intensitas 100-200 milimeter.

“Jika musim tanam kedua untuk petani yang memiliki lahan garapan tadah hujan dilakukan pada akhir Maret 2012, risiko gagalnya relatif tinggi. Sebab, pada awal masa pertumbuhan, tanaman padi butuh lebih banyak air,” kata dia.

Namun, petani yang memiliki lahan dengan dukungan irigasi cukup, kata dia, diperkirakan belum akan menjadi persoalan apabila memulai musim tanam keduanya pada akhir Maret.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat meramalkan produksi padi bakal mencapai 150.306 ton diperoleh dari 27.881 hektare lahan sawah petani dengan produktivitas 53,9 kuintal per hektare, dalam kurun Januari-April 2012.

Namun, pada periode Mei-Agustus 2012, produktivitas padi sawah per hektare akan turun menjadi hanya 47,71 kuintal per hektare, diperoleh dari produksi sebesar 78.650 ton dari 16.485 hektare lahan sawah.

Produksi diprediksi akan mengalami penurunan drastis pada periode September-Desember 2012 yakni hanya mencapai 5.230 ton dari 944 hektare lahan sawah atau dengan produktivitas 55,40 kuintal per hektare.

“Melihat sudah lebih dari 25 persen petani di wilayah barat kabupaten ini yang kini telah panen, rasanya musim tanam kedua masih bisa dilakukan di wilayah itu. Namun, jika dinilai terlalu berisiko, petani bisa menanam palawija,” kata dia.

Namun, kata dia, musim tanam kedua yang tidak dilakukan secara bersamaan berpotensi serangan hama. “Hama wereng dan sundep perlu diwaspadai petani, akibat dari musim tanam yang tidak dilakukan serentak,” kata dia.

Ia menyebutkan, pada musim tanam pertama lalu, hama wereng, sundep, dan tikus menyerang tanaman padi di sejumlah lahan pertanian. “Meski intensitasnya kecil dan bisa dikendalikan, namun hal serupa perlu kembali diwaspadai petani di musim tanam kedua,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan