Minat Masyarakat Menabung di Rembang Meningkat

Senin, 23 Oktober 2017 | 16:13 WIB

Bupati Abdul Hafidz secara simbolis memberikan kunci kepada Suwardi warga Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang. Salah satu nasabah yang mendapat Undian Tamades PD BPR BKK Lasem Periode III 2017 berupa satu unit mobil merek Honda jenis Mobilio, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Dasun, Ahad (22/10/2017) malam. (Foto : Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Minat masyarakat untuk menabung di Kabupaten Rembang ditengarai meningkat. Setidaknya, hal itu diketahui dari pertumbuhan dana simpanan dan jumlah rekening di perbankan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Rembang.

PD BPR BKK Lasem sukses menghimpun dana simpanan sebesar Rp496 miliar lebih dari masyarakat. Simpanan berupa tabungan dan deposito itu dihimpun hingga Desember 2016.

Apabila dibandingkan pada periode yang sama Desember 2012, maka simpanan di bank pelat merah ini tumbuh dari Rp273 miliar lebih pada Desember 2012 menjadi Rp496 miliar lebih pada Desember 2016.

Simpanan yang terdiri dari tabungan dan deposito tumbuh dari Rp214 miliar lebih pada Desember 2012 menjadi Rp425 miliar lebih pada Desember 2016. Adapun untuk penyaluran kredit kepada masyarakat juga mengalami pertumbuhan dari Rp205 miliar lebih pada Desember 2012 menjadi Rp383 miliar lebih pada Desember 2016.

“Secara laba usaha, ada kenaikan sebesar Rp3 miliar lebih, yaitu dari Rp12 miliar lebih pada Desember 2012 menjadi Rp15 miliar lebih pada Desember 2016,” ujar Direktur PD BPR BKK Lasem Sutarjo.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang turut hadir pada Pelaksanaan Penyaringan Undian Tamades PD BPR BKK Lasem Periode III 2017 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Dasun, Ahad (22/10/2017) malam, menyatakan belum puas dengan capaian aset yang masih berada pada nominal miliaran.

Ia menargetkan, pada empat tahun nanti jumlah aset pada PD BPR BKK Lasem harus mampu mencapai kisaran triliun. Apalagi, menurutnya, pertumbuhan tingkat investasi di Rembang semakin meningkat, dengan adanya beberapa perusahaan seperti pabrik semen, gas, sepatu, dan pabrik gula, sehingga untuk mencapainya diyakini menjadi lebih mudah.

“Selain itu, saya minta BKK Lasem juga terus mengawal UMKM di Rembang. Karena UMKM juga turut andil meningkatkan kualitas perekonomian di Kabupaten Rembang,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan