Lebaran di Tengah Kesulitan Air

Sabtu, 18 Agustus 2012 | 06:44 WIB
Ilustrasi

Sulang, mataairradio.net – Lebaran tinggal sehari. Namun kebahagian sebagian umat muslim di beberapa wilayah di Kecamatan Sulang dalam menyambut Idulfitri sedikit terganggu lantaran kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.

Sejumlah desa di kecamatan tersebut telah mengalami kekeringan sejak sebulan terakhir. Akibatnya, sebagian warga dipusingkan masalah pemenuhan air bersih.

Hasil pengamatan mataairradio.net, Sabtu (18/8), sebagian warga di Desa Bogorame, Kecamatan Sulang, harus antre berjam-jam di sebuah sumur desa setempat untuk mendapatkan air bersih.

Bahkan, sebagian warga lainnya terpaksa memanfaatkan air belik (resapan-red) dari pengerukan kali dan pembangunan embung resapan yang belum selesai, yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat beberapa waktu sebelumnya.

Menurut  salah seorang warga, Eko, air bersih di desanya sudah sulit didapat sejak sebulan terakhir.

“Sumur warga sudah mengering. Sungai yang selama ini menjadi sumber mata air juga sudah kering. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, terpaksa harus antre atau membuat belik di sekitar kali yang dikeruk,” katanya, Sabtu (18/8).

Hal sama juga diungkapkan salah seorang warga Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Maslikhan. Menurutnya, sebulan terkahir, warga di kampungnya mulai kesulitan mendapatan air bersih lantaran sumur yang sudah mengering.

“Untuk mencukupi kebutuhan air kami harus menitik dari sumur yang mulai mengering. Jika ada uang, kami terkadang membeli air dari penjual air keliling,” katanya.

Maslah air, sebenarnya bukan masalah baru bagi sebagian warga yang tinggal di beberapa desa yang kerap mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Sulang saat kemarau.

Hanya saja, momentum Ramadhan membuat warga menjadi kelimpungan dengan kondisi itu. Terlebih saat ini mereka tengah menghadapi Lebaran. Karena itu warga berharap adanya bantuan droping air bersih dari Pemerintah yang lebih banyak untuk keperluan menyambut Lebaran. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan