Konsumen Masih Abaikan SNI

Sabtu, 25 Februari 2012 | 08:16 WIB


REMBANG – Sebagian konsumen ditengarai cenderung mengabaikan keberadaan label standar nasional Indonesia (SNI) pada barang yang hendak dibelinya dan hanya menempatkan harga menjadi pertimbangan utama, meski kualitas barang masih banyak diragukan.

Temuan tersebut terungkap pada razia gabungan yang digelar Petugas Disperindag Provinsi Jawa Tengah dan Petugas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Rembang, baru-baru ini. Petugas masih menemukan barang non-SNI dijual bebas dan menjadi pilihan konsumen.

“Padahal ketentuan setiap barang harus berlabel SNI, dengan begitu standar mutunya benar-benar terjamin, sehingga konsumen tak dirugikan,” kata Setyo Budi Utomo, petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang.

Selain barang wajib berlabel SNI, saat razia tersebut, petugas gabungan juga menyisir sejumlah toko untuk memantau penjualan barang-barang tak bercukai. Razia difokuskan di Kecamatan Kota Rembang, Lasem dan Pancur.

Pada razia tersebut, lanjut Setyo, petugas juga menemukan besi cor bangunan tanpa label SNI dijual di sejumlah toko bangunan. “Kami sebatas mengingatkan pedagang untuk tak menjual besi tak ber-SNI tersebut. Sebab ujung-ujungnya konsumen yang dirugikana,” kata dia.

Setyo menyebutkan, labelisasi penting untuk membantu konsumen. Label SNI dapat menjadi petunjuk yag jelas bagi konsumen, untuk memilih produk yang handal dan berkualitasa, kata dia.

“Bagi Pemerintah label SNI penting untuk memantau peredaran barang berkualitas dan telah diregulasi sesuai yang disyaratkan di pasaran. Namun banyak konsumen hanya melihat harga murah, tanpa melihat kualitas yang ditawarkan. Inilah yang menyebabkan masih banyak barang yang non-SNI beredar di pasaran,” kata dia.

Terkait dengan peredaran bercukai, Setyo mengatakan, saat ini sudah jauh lebih baik. Meski begitu, petugas tetap memberikan sosialisasi Undang-undang nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

“Sosialisasi lintas instansi akan terus digiatkan, agar barang-barang yang beredar di pasaran benar-benar sesuai ketentuan dan standarisasi yang berlaku,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan