Dekat SPBE, Warga Pasarbanggi Kesulitan Elpiji

Kamis, 23 Mei 2013 | 14:03 WIB
SPBE

SPBE milik PT Indah Sri Rejeki (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dekat dengan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tidak menjamin kelancaran pasokan gas minyak cair itu. Kenyataan tersebut dirasakan warga Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang.

Meski di wilayah mereka berdiri SPBE milik PT Indah Sri Rejeki, namun pada saat elpiji langka seperti sekarang, keberadaannya ternyata tak cukup bisa membantu. Warga Pasarbanggi merasakan pula dampak kelangkaan elpiji tiga kilogram juga harganya yang melonjak hingga menjadi Rp17.000.

Gunawan, seorang warga RT 1 RW 4 kepada reporter MataAir Radio, Kamis (23/5) pagi mengeluhkan langka dan mahalnya elpiji kemasan tiga kilogram di daerahnya.

Ia yang seorang pemilik warung kopi itu mengungkapkan, warga sempat rasan-rasan berunjuk rasa ke SPBE namun urung dilakukan karena pihak desa berjanji akan mengomunikasikan keresahan warga ke pengelola SPBE.

Pujiati, warga lainnya di RT 3 RW 2 juga mengatakan, kelangkaan dan mahalnya elpiji membuat ibu rumah tangga seperti dirinya serba bingung.

Ia pun lantas menyoal kebijakan Pemerintah yang meminta masyarakat untuk beralih dari minyak tanah ke elpiji, sedangkan kini gas minyak cair itu sulit didapat.

Puji berharap, Pemerintah bisa segera menyelesaikan kemelut elpiji ini sehingga harganya kembali normal dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lancar.

Sementara itu, Supervisor SPBE Pasarbanggi Antoni Pratama mengakui, pihaknya sempat mendapat kabar akan adanya aksi unjuk rasa ke stasiun pengisian bulk elpiji setempat. Namun kepala desa setempat sudah menemuinya.

Ia menjelaskan, peran SPBE hanya sekadar melakukan pengisian, sementara mengenai mekanisme distribusi ada di agen dan Pemerintah yang berkewenangan memantaunya.

Antoni juga mengungkapkan, 95 persen karyawannya yang merupakan warga Desa Pasarbanggi pun kesulitan mendapatkan elpiji kemasan tiga kilogram.

Ia menyebutkan, pada Mei ini alokasi elpiji tiga kilogram ditambah sebanyak 2.800 tabung dibandingkan alokasi pada April 2013. Pada Mei ini pula ada tambahan delivery order atau DO fakultatif sebanyak masing-masing 560 tabung untuk tiga agen yakni PT Mekar Daya Indah, PT Hamida Putra Madrika Adi, dan PT Lintang Sekar Widuri UT. Ketiga agen ini melayani konsumen di wilayah timur Kabupaten Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan