Usai Lebaran, Kerudung Syria Jadi Incaran

Minggu, 18 Agustus 2013 | 15:48 WIB
Kerudung model syria barbie dan hijab ala artis Fatin Shidqia Lubis paling banyak diburu.

Kerudung model syria barbie dan hijab ala artis Fatin Shidqia Lubis paling banyak diburu.

SEDAN, MataAirRadio.net – Sejumlah produsen kerudung di Kecamatan Sedan kembali memulai produksi setelah libur Lebaran. Mayoritas produsen tidak langsung memproduksi kerudung dalam jumlah banyak agar sisa stok sebelumnya terlebih dahulu habis.

Muhammad Zawinuha, seorang produsen kerudung yang ditemui Minggu (18/8) pagi mengatakan, dirinya baru kembali melakukan produksi hijab sejak tanggal 8 Syawal atau 15 Agustus kemarin.

Menurutnya, produksi dan penjualan kerudung ke berbagai pasar seperti Kudus, Solo, Surabaya, dan Jember baru akan normal mulai tanggal 15 syawal atau 22 Agustus nanti. Meski baru saja berproduksi, sejumlah model kerudung langsung menjadi incaran, terutama model syria, motif bunga, dan ninja.

Zawinuha membenarkan, mayoritas perajin tidak langsung melakukan produksi dalam jumlah banyak. Jika ada sisa stok pada sebelum Lebaran, maka perajin akan terlebih dulu menghabiskannya sambil melakukan sedikit produksi.

Ketua Klaster Industri Bordir Kabupaten Rembang ini menyebutkan, produksi kerudung di tingkat produsen baru dikatakan normal apabila sudah mencapai 50 kodi per hari. Ia juga menyebutkan, tingkat penjualan hijab belum sepenuhnya pulih, meski ada tren peningkatan perempuan berjilbab setelah Lebaran. Menurutnya, kerudung akan kembali banyak diburu saat menjelang Lebaran Haji.

Sementara itu, dari pantauan di pasaran kerudung model syria barbie dan hijab ala artis Fatin Shidqia Lubis paling banyak diburu. Kerudung ala Syria berwarna pelangi juga cepat laris.

Dengan dibanderol harga Rp25.000 per potong ribu, seorang pedagang mengaku bisa meraih omset lumayan. Kholidah, pedagang kerudung di Pasar Rembang mengaku bisa menjual hingga 50 potong kerudung Syria setiap hari. Bahkan menjelang Lebaran kemarin, dirinya bisa menjual hingga 200 potong kerudung berbagai model. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan